Menggali Kreativitas Siswa dengan Ragam Kegiatan Sekolah

Kreativitas Siswa, Bahan Daur Ulang Sampah

Kreativitas manusia bersumber dari dalam diri dan potensi masing-masing. Ia muncul sesuai dengan kecenderungan dan minat seseorang. Semakin terasah, ia semakin berkembang dengan baik, ada pula yang menjadi seni yang memiliki nilai berbeda. Hasil kreativitas ada yang berbentuk seni rupa, gambar, atau hasil karya tulis. Setiap hasil karya manusia memiliki seni yang kaya akan kandungan nilai.

Meski itu juga bersumber dari arus listrik sekalipun. Kita ketahui bahwa sumber listrik benda-benda yang dapat menghasilkan arus listrik. Contoh sumber arus listrik yang kita gunakan sehari-hari adalah baterai, akumulator, elemen volta dan lain-lain. Alam pada dasarnya telah menyediakan segala yang manusia butuhkan untuk hidup seperti air, udara, makanan dan lain-lain. Energi listrik yang kita butuhkan juga dapat bersumber dari mana saja seperti pohon, buah, air, panas, udara.

Salah satu Guru IPA MTsN 4 Rembang menjelaskan, bahwa ada cara khusus untuk mendapatkan energi listrik, yaitu dengan buah. Berawal dari fenomena di atas, peserta didik MTs N sumber mencoba menginisiasi dengan praktik membuat sumber arus listrik dari buah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari lima orang, beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu, buah jeruk, lampu LED, kabel, lempengan seng, dan lempengan tembaga.

Menurut Ria, langkah kerja dalam percobaan yaitu tusukkan lempeng tembaga dan seng dalam buah, kemudian dililitkan kabel pada lempengan tersebut dan dihubungkan dengan lampu, setelah itu dapat mengecek nyala lampu. Jika nyala lampu belum kelihatan, tambah buah supaya arus listrik yang dihasilkan bertambah besar.

Dalam praktik mata pelajaran IPA, buah yang digunakan adalah buah jeruk nipis, karena mudah didapatkan dan harganya terjangkau. Ria juga menambahkan bahwa dari praktik percobaan yang didapatkan tersebut, semakin banyak jeruk yang digunakan, maka hasilnya nyala lampu menyala sangat terang dan sebaliknya jika jumlah buah yang digunakan sedikit maka nyala lampu redup, begitu juga sebaliknya. Sumber energi hasil praktik tersebut juga tergolong ramah lingkungan.

Daur Ulang Limbah Plastik

Kreativitas siswa-siswi MTs N 4 Rembang lainnya ialah dengan menginisiasi pemanfaatan limbah plastik menjadi benda yang bernilai ekonomis. kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya sampah plastik di lingkungan sekitar. Seperti yang dapat kita ketahui plastik merupakan benda yang butuh waktu puluhan tahun untuk dapat terurai dengan lingkungan (biodegradable). Dari itu maka dibutuhkan kreativitas siswa untuk mengolah dan memanfaatkan bahan limbah yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Hasil kreativitas tersebut merupakan produk prakarya yang digawangi oleh tiga siswa, mereka membuat lukisan dari plastik. Bahan-bahan yang dibutuhkan oleh mereka, seperti plastik bekas, kardus bekas, lem, gunting, media untuk melukis, pensil, bolpoin, spidol, penggaris, dan cutter

Kepala MTsN 4 Rembang, Bapak Masrum merespons positif mengapresiasi, support kreativitas, ide, karya siswa. Menurutnya, konsep penanganan limbah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) dinilai sangat bermanfaat. Harapan besar di masa depan mereka sekolah tersebut mampu melahirkan bibit-bibit entrepreneur muda yang visioner dan cerdas mampu memanfaatkan limbah plastik yang ada.

Kegiatan Outing Class

Pada dasarnya tugas utama peserta didik adalah belajar. Salah satu langkah untuk menumbuhkan semangat belajar siswa yakni dengan mengagendakan kegiatan pembelajaran di MTs N 4 Rembang seperti pembelajaran outing class.

Bapak Masrum merespons positif terhadap kegiatan tersebut, ia juga menilai bahwa banyak manfaat yang didapatkan dari pembelajaran outing class, diantaranya menambah pengetahuan, wawasan dan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap alam sekitarnya. Selain itu, kegiatan outing class juga dipercaya mampu mengatasi rasa bosan dan jenuh karena rutinitas belajar di kelas.

Pembelajaran outing class salah satunya adalah mata pelajaran sains atau IPA Terpadu. Dalam pelaksanaanya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan 1 kelompok beranggotakan empat hingga lima orang. Setiap kelompok melakukan eksperimen dan pengamatan tentang suhu dilanjutkan dengan uji asam, basa dan netral suatu larutan dengan menggunakan indikator alami yang terbuat dari bunga sepatu, kunyit dan bunga pacar air.

pak Masrum juga menambahkan responnya bahwa dengan metode pembelajaran outing class, guru diharapkan mampu menambah variasi dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi aktif, kreatif, inovatif dan mampu menghadirkan suasana yang menyenangkan dengan melibatkan siswa, guru dan alam sekitar.

Ragam metode belajar yang digunakan guru memang salah satu langkah ampuh menambah semangat siswa dalam belajar di sekolah. Kreativitas pada dasarnya muncul dari minat kesungguhan siswa dalam belajar, rasa nyaman dalam belajar memang jalan ninja untuk memunculkan kreativitas dan ide-ide brilian siswa. Pendidikan yang berhasil bukan yang mampu mencetak anak didik dengan nilai yang tinggi, namun menciptakan anak didik yang nyaman dalam belajar, pembelajaran tercapai sesuai tujuan pendidikan nasional.