Ragam Gerakan Sosial Pemdes Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

Sejak Covid-19 datang menyapa Indonesia, seluruh warga dan seluruh kehidupan baik sosial ekonomi dan

Kemenag Bantu Paket Siaga untuk Warga. KEMENAG REMBANG

pendidikan bahkan lainnya juga mengalami kendala pelaksanaannya. Perlu mengubah sistem supaya kegiatan tetap berjalan sebagaimana biasanya. Pandemi Covid-19 membuat keadaan menjadi lebih menyeramkan. Tidak hanya di wilayah Kota, bahkan di wilayah pedesaan pun termasuk.

Menanggapi keadaan pandemi, Pemdes Kulutan bersama relawan pemuda desa Kulutan melakukan langkah pencegahan virus Corona dengan melakukan aksi penyemprotan desinfektan, sebagai bentuk usaha melawan Covid-19. Sebelum kegiatan penyemprotan, Pemdes bersama dengan Pendamping Desa dan BPD melaksanakan koordinasi, dialog bersama terkait pembentukan Satgas cegah Covid-19.

Hal tersebut bertujuan untuk merumuskan grand desain, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian keadaan kepada semua elemen masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan merujuk pada Surat Edaran Bupati Rembang Nomor: 440/07/0716/2020 tentang pencegahan penularan Covid-19.

Dalam dialog tersebut terdapat beberapa rekomendasi penting, diantaranya Pemdes akan memberi bantuan tempat cuci tangan dan sabun cair untuk tiap-tiap rumah, aspirasi warga tercover tentang keinginan untuk melakukan upaya preventif Corona, dan tugas relawan tidak hanya sebatas fisik pada penyemprotan saja, melainkan juga memberikan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

Edukasi Kesehatan

Arindra Setyo Wibowo Kades Kulutan mengungkapkan langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan oleh Pemdes Kulutan, pertama dengan membentuk Satgas yang bertujuan memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih di rumah maupun lingkungan masyarakat serta senantiasa bersabar untuk menahan diri menghindari keramaian dan tidak bepergian jauh.

Kedua, dengan mendata warga masyarakat Kulutan yang berada di perantauan. Ketiga, dengan menggandeng pihak Puskesmas (Bidan) untuk memberi penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang arti penting budaya hidup sehat dan bersih.

Ari menanggapi hal itu dan mengungkapkan pandangannya bahwa penyemprotan yang dilakukan telah berjalan sebanyak empat kali, pada hari Minggu tanggal 12 April 2020 lalu, dari pintu ke pintu mulai RT 01 sampai RT 05 dengan door to door, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sementara itu, sebanyak 184 ember atau tempat cuci tangan dibagikan dengan sasaran tiap-tiap rumah, kios-kios pasar, tempat peribadatan seperti masjid, mushola dan sekolah-sekolah.

Selain dari yang disebutkan, terdapat hal yang menarik dari kegiatan para pemuda Desa atau kelompok karang taruna,dan relawan, dengan memodifikasi barang yang sudah tidak berguna menjadi bahan yang bernilai. Sedangkan pada teknis penyemprotan yang pernah dilakukan sebelumnya oleh para relawan, karang taruna, dan masyarakat Desa Kulutan, mereka meracik sendiri bahan-bahan yang akan digunakan dalam penyemprotan.

Bentuk Kepedulian Kemenag

Salah satu wujud kepedulian Kementerian Agama Kabupaten Rembang dalam memberi bantuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bantuan tersebut didistribusikan ke masjid yang ada di Rembang. Kegiatan yang diadakan pada tahun 2020 lalu berlokasi di Kantor Kemenag Rembang, sebagai wujud kepedulian sosial dalam penanganan dan penanggulangan wabah virus Corona.

Plt Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Rembang, Ali Muhyidin pernah mengungkapkan, bahwa terdapat empat jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat, dengan empat sasaran yang berbeda. Pertama yaitu, bantuan paket siaga Covid-19 dari Kankemenag Kabupaten Rembang kepada 15 KUA di tiap-tiap Kecamatan. Bantuan-bantuan yang disalurkan berupa cairan desinfektan, banner posko siaga Covid-19, kaos tangan, dan masker.

Bantuan jenis kedua berupa peralatan atau perlengkapan semprot dari Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Kabupaten Rembang, yang dapat difungsikan di masjid-masjid di setiap kecamatan. Bantuan yang ketiga yaitu 1.200 refill pembersih dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat untuk masjid di Rembang. Setiap kecamatan mendapat 13 refill pembersih atau pembunuh kuman. Bantuan yang keempat sekitar 485 paket handsanitizer dari Perusahaan Chemical di Rembang. Paket tersebut dibagikan untuk masjid, Ponpes, dan KUA di Rembang.

Kegiatan Sosial Baznas Rembang Peduli Covid-19

Tahun 2020 lalu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang memberikan bantuan sembako berupa berupa beras, gula, mie instan dan minyak goreng kepada 2.240 penerima yang tersebar di 14 kecamatan. Ketua Baznas Rembang, Abdul Wahid Hasby menjelaskan bahwa pendistribusian sembilan bahan pokok (sembako), dilatarbeakangi oleh panggilan kepedulian sosial membantu pemerintah dalam melawan wabah virus Corona. Dengan tetap menyesuaikan pada arahan Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan bahwa bantuan diberikan langsung kepada penerima.

Teknis pendistribusiannya yaitu Baznas mengantar langsung ke tiap-tiap kecamatan, kemudian dari kecamatan bantuan diserahkan, didistribusikan ke penerima oleh Kantor Kecamatan bekerjasama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DINSOS PPKB).

Menurut Alif bahwa distribusi sembako yang diagendakan ketika itu, dibantu oleh Dinsos, Bu Yuni juga telah menyiapkan petugasnya di lapangan. Jadi, bantuan diantar langsung kepada penerima oleh tenaga Dinsos di kecamatan dan di desa-desa, tetapi sembako diturunkan di kantor kecamatan. Langkah selanjutnya dari Dinsos, Kasi Kesra Kecamatan, nanti mereka bekerjasama untuk membagikan kepada penerima sesuai dengan alamat,

Tidak hanya sembako, menurutnya, anak yatim juga mendapat tambahan uang sebesar Rp100 ribu, sedangkan bagi fakir miskin mendapat tambahan sebesar Rp 200 ribu. Jadi total zakat yang didistribusikan untuk sembako dan uang senilai Rp 826 juta .

Respons Tanggap Pandemi Covid-19 Pemkab Rembang

Untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona, Pemkab Rembang menyemprot desinfektan ke tempat publik diantaranya pasar, masjid, terminal, sekolah, dan lainnya. Beberapa tim penyemprot disinfektan diterjunkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz di Pasar Rembang Kota. Tujuan dari penyemprotan tersebut untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di tempat yang banyak dikunjungi orang.

Tidak hanya penyemprotan desinfektan saja, Forkopimda juga aktif melakukan kegiatan sosialisasi dan mengajak masyarakat supaya lebih berhati-hati, selalu menjaga kesehatan, dan kebersihan untuk menghindari virus corona. Teknis penyemprotan dilakukan mulai lokasi pintu masuk Pasar Rembang, kios pakaian, lapak sembako dan lapak lainnya yang berada di area pasar Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat langsung memimpin kegiatan penyemprotan mengungkapkan bahwa kegiatan penyemprotan desinfektan di pasar selain mencegah penyebaran virus, juga agar pedagang dan pembeli tidak merasa khawatir ataupun panik.

Salah satu cara untuk mengendalikannya adalah dengan penyemprotan disinfektan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang yang akan mengukur, terkait berapa kali penyemprotan dapat dilakukan di Pasar Rembang, masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Bupati menambahkan agar para pedagang dan pembeli di Pasar Rembang, untuk tetap membudayakan hidup sehat melalui cuci tangan ketika akan masuk dan keluar area pasar. Masyarakat juga diminta mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi, seperti buah-buahan dan sayuran untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terkena penyakit.