Pekan Lomba MTsN 4 Rembang Kembangkan Kreativitas dan Skill Entrepreneur Anak Sejak Dini

Entrepreneurship. UCPSARNET

Kemajuan zaman dan tuntutan dunia kerja memberikan PR serius terhadap dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi yang mampu bertahan ketika kembali pada kehidupan sosial pasca menempuh pendidikan. menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sering mewanti-wanti bahwa dunia pasca berpendidikan merupakan dunia yang kerja yang keras.

Semua orang berlomba untuk mencari eksistensi, jati diri, dan penghasilan. Oleh karenanya tugas pendidikan untuk melatih potensi anak didik supaya memiliki skill, dan mengenalinya sebagai suatu kemampuan besar yang dapat mengantarkannya menuju masa depan yang diimpikan tersebut.

Terdapat salah satu contoh kegiatan sekolah dengan mengembangkan potensi entrepreneur. Siswa kelas IX MTs N 4 Rembang berkreasi mengolah bahan pangan alami. Bahan pangan yang diolah di antaranya makanan pisang coklat, klepon, nugget pisang, bola-bola ice, sedangkan untuk pengolahan minuman alaminya yaitu es cincau.

Semua jenis makanan yang diolah berasal dari bahan alami yaitu pengawet alami, penyedap alami, pemanis alami dan pewarna alami. Dalam satu kelas siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok berkreasi mengolah bahan pangan sendiri-sendiri secara mandiri.

Tidak hanya membuat dan mengolah saja, tetapi tiap kelompok juga mendokumentasikan hasil karya mereka dalam bentuk video pengolahan bahan pangan yang dilengkapi dengan alat dan bahan-bahan yang digunakan serta tips dan langkah-langkah memasak.

Kepala MTsN 4 Rembang, Pak Masrum mengatakan, berdasarkan potret realitas saat ini banyak makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia. Dengan praktik-praktik tersebut di atas, siswa tidak hanya sebatas belajar teori, melainkan berkesempatan mengalami juga praktik secara langsung. Dengan begitu mereka akan tahu manfaat dari pembuatan dan penyajian bahan alam untuk kesehatan.

Pak Masrum juga menambahkan, dengan praktik tersebut siswa diharapkan kedepannya dapat mandiri dan dapat melatih jiwa berwirausaha yang dapat dijadikan bekal dalam kehidupannya di masa depan.

Berlatih Skill Wirausaha Kuliner

Dalam upaya mengenalkan dan mengajarkan mental entrepreneur sejak dini pada siswa, Lembaga MTs N 4 Rembang beberapa waktu lalu tahun 2018 mengagendakan pekan lomba memasak antar kelas. Lomba tersebut sengaja diagendakan sebagai bentuk implementasi dari perpaduan mata pelajaran prakarya dan seni budaya. Agenda menarik untuk terus diupayakan dalam rangka menguatkan mental entrepreneur generasi muda.

Event lomba tersebut, diikuti kurang lebih 18 kelas, mulai dari kelas VII sampai kelas IX, mereka berantusias mengikuti event lomba memasak tersebut. Tiap kelas mendelegasikan perwakilan 10 siswa, baik putra maupun putri untuk belajar menjadi koki cilik, sedangkan siswa yang lain tiap-tiap kelas dengan didampingi wali kelas menjadi supporter.

Teknis lomba yang diagendakan tersebut, semua peralatan dan perlengkapan disediakan sendiri oleh masing-masing anggota. Jenis menu yang dilombakan adalah memasak nasi goreng beserta kreasi penyajiannya. Teknis lombanya, semua bahan mentah disiapkan dari rumah, sedangkan untuk memasak dan penyajiannya di tempat acara. Aturan khusus dalam lomba tersebut, semua bahan masakan alami dan tidak diperkenankan menggunakan bahan pengawet dan penyedap rasa buatan. Dalam lomba tersebut penilaiannya mencakup lima kriteria, diantaranya proses memasak, kerja sama tim, tampilan penyajian, dan cita rasanya.

Aturan lain yang harus ditaati, bahwa setiap kelas diwajibkan menampilkan resep menu masakan beserta judul atau tema nasi goreng. Konsep yang ditampilkan pun unik-unik ada nasi goreng omelet, nasi goreng sayur, nasi goreng istimewa, nasi goreng sunrise dan banyak lainnya.

Kegiatan loma tesebut mendapat respons positif dari Kepala MTsN 4 Rembang, Masrum. Pak Masrum berharap bahwa kegiatan memasak tersebut bisa mendidik kemandirian siswa siswi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, lomba memasak tersebut dapat menjadi bekal peserta didik untuk berwirausaha baik sendiri maupun kerja sama tim di masa depan.

Memunculkan entrepreneur muda yang sukses dibidang kuliner memang membutuhkan proses yang tidak mudah, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat diwujudkan. Minimal lembaga sekolah mampu mengantarkan atau melatih potensi siswa sebagai ikhtiar sebagaimana tanggung jawabnya menjadi lembaga pendidikan menggali potensi sisiwa.

Lomba Mapel Dipenuhi Makanan Tradisional

Beberapa waktu lalu, ada beberapa hal menarik saat lomba mapel di MTs N 4 Rembang. Meriahnya pelaksanaan lomba dengan berbagai atraksi pentas seni yang ditampilkan siswa-siswi MTs N 4 Rembang, panitia ketika itu ternyata menggelar stan-stan bazar yang diisi oleh tiap-tiap kelas dimulai kelas VII hingga IX. Sebanyak 18 stan bazar, masing-masing kelas diberi kesempatan mengekspresikan kreasi masing-masing sesuai minat dan kreativitasnya.

Keberadaan bazar juga mendapat perhatian lebih dari pengunjung. Di posisi pojok tengah bazar terdapat salah satu konsep bazar yang unik dan berbeda dibanding lainnya. Sekalipun terkesan sederhana, tapi filosofi bazar kelas IX dengan konsep kantin kejujuran, mendapat perhatian lebih dari pengunjung.

Ketika bazar berlangsung, panitia memberi aturan ketat kepada peserta untuk menjual makanan yang sehat, tidak diperkenankan menggunakan bahan tambahan yang berbahaya seperti pemanis, pengawet, penyedap rasa dan pewarna buatan, melainkan dari bahan-bahan yang sehat.

Kantin kejujuran mempunyai konsep, pembeli diperkenankan mengambil barang atau menu yang diinginkan, kemudian uang ditaruh ditempat yang disediakan. Jika ada kembalian, maka pembeli dipercaya mengambil kembalian tersendiri. Beberapa menu yang dijual antara lain nasi uduk, jajanan pasar seperti tiwul, gethuk, grontol, cenil, dan lainnya.

Sementara di stan lain, tersedia menu seperti jus buah, pisang coklat, tahu goreng, dumbek, agar-agar, rujak, es kelapa muda dan masih banyak yang lainnya. Untuk Makanan yang dijual, batas harga tidak boleh melebihi budget yang ditentukan yaitu Rp 2.500,-

Kepala MTsN 4 Rembang Pak Masrum Mengatakan Bazar tersebut diadakan untuk melatih mental entrepreneur muda, sehingga kelak akan tumbuh wirausaha muda yang tangguh dan sukses. Momen tersebut dinilai sebagai event yang bernilai sekaligus memberi kesempatan praktik pembelajaran di luar kelas dengan konsep wirausaha mandiri dan kreatif.

Add Comment