Menumbuhkan Karakter Siswa dengan Kegiatan Sosial Keagamaan di Sekolah

Siswa MTs N 4 Rembang Bagikan Takjil kepada Masyarakat

Untuk membangun dan memperkuat karakter siswa, lembaga-lembaga sekolah sudah semestinya konsen membuat serangkaian program untuk menopang karakter siswa. Misalnya dengan program shalat jamaah bersama serta shalat Dhuha tiap-tiap kelas. Pelaksanaan shalat Dhuha dimulai pukul 06.30 WIB dan dilaksanakan di kelas masing-masing.

Pelaksanaan shalat Dhuha jamaah, seperti biasanya sebelum bel masuk, siswa langsung bersiap-siap mengambil air wudhu dan persiapan melaksanakan jamaah Dhuha yang sudah terprogram di kelas masing-masing. Sesudah Dhuha dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat pendek ayat Al-Qur’an secara bersama-sama.

Manfaat dari sholat Dhuha diantaranya dengan membuat hati terasa tenang, mengatasi rasa gelisah, pikiran jernih dan masih banyak manfaat yang dapat dirasakan, Program tersebut sudah berjalan sejak ajaran baru yang lalu.

Kepala MTsN 4 Rembang, Pak Masrum pernah mengungkapkan, bahwa kegiatan shalat sunnah merupakan bentuk implementasi pembelajaran. Kegiatan tersebut mengacu pada kompetensi inti menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut. Shalat Dhuha dapat menguatkan karakter dan sikap spiritual religius dalam kerangka nilai-nilai keislaman seseorang.

Beberapa siswa mengaku merasa senang dengan pembiasaan shalat Dhuha tersebut, karena pikiran jadi lebih jernih, fresh, hati tenang dan positif saat akan memulai proses kegiatan pembelajaran dimulai.

Sedangkan program lainnya untuk membangun karakter siswa yang selaras dengan visi Madrasah yaitu Religius, Berakhlakul Karimah dan Berprestasi. Lembaga sekolah juga memprogram shalat Dhuhur berjamaah. Pelaksanaan shalat Dhuhur dimulai saat 15 menit sebelum pulang sekolah dan dilaksanakan di kelas masing-masing.

Untuk yang berjamaah di musholla , dibuat jadwal paralel mulai kelas 7, 8 dan 9, sedangkan rutinitas sehari-hari tiap-tiap kelas melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah di kelas masing-masing. Dalam pantauan nampak siswa-siswi saat jam istirahat kedua, sebagian anak-anak sudah mulai berwudhu di depan kelas yang telah disediakan sarana kran air wudhu dengan tertib.

Menurut kepala sekolah ketika itu, ia menyampaikan bahwa manfaat dari sholat Dhuhur berjamaah diantaranya membuat hati terasa tenang, mengatasi rasa gelisah, pikiran jernih dan jalinan ukhuwah islamiah. Program tersebut sudah berjalan sejak lama.

Ia juga berharap, kegiatan shalat Dhuhur berjamaah dapat menjadi school culture sebagai bentuk implementasi pembelajaran. “Kegiatan ini masuk dalam pendidikan karakter, kompetensi inti menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Shalat Dhuhur berjamaah dapat memacu kecerdasan anak meningkatkan kinerja otak dan memperbaiki watak dalam kerangka nilai-nilai keislaman.

Beberapa siswa juga mengaku merasa senang dengan pembiasaan shalat berjamaah tersebut baik Dhuha maupun Dhuhur, karena dapat membuat pikiran menjadi lebih jernih, hati damai, dan positif saat perjalanan pulang ke rumah masing-masing.

Berbagi Takjil kepada Masyarakat

Takjil di bulan Ramadhan merupakan makanan buka puasa yang biasanya manis dan sederhana. Berbagi kebaikan di bulan Ramadhan dipercaya dapat meningkatkan kualitas spiritual masing-masing. Sebagian besar remaja, istilah ngabuburit di bulan Ramadhan bukan merupakan hal yang asing. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan saat bulan Ramadhan, salah satunya dengan berbagi takjil kepada masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh para siswa MTsN 4 Rembang beberapa biasanya dimulai pada pukul 16.30 WIB hingga menjelang magrib waktu berbuka puasa, berlokasi di depan SDN 1 Sumber atau samping KUA Kecamatan Sumber, kegiatan sosial tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan baik dari Kepala MTsN 4 Rembang. Ia juga mengapresiasi program siswa yang diinisiasi oleh OSIS. Menurut Masrum, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, di mana salah satu pintu keberkahan tersebut dengan bersedekah.

Pak Masrum menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh siswa-siswi dengan memberi ruang dan motivasi kepada para siswa yang telah menginisiasi kegiatan positif seperti kegiatan bagi-bagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan tersebut mengandung nilai sosial yang tinggi. Kendati hanya berupa makanan pembuka, namun kegiatan tersebut melatih mereka untuk memiliki sikap peduli terhadap masyarakat sekitar, dan kepekaan sosial di usia yang masih sangat muda.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melatih siswa untuk membangun kebersamaan, dan ukhuwah di tengah-tengah masyarakat. Hal itu juga merupakan salah satu cara kami untuk mensosialisasikan keberadaan MTsN 4 Rembang disamping memberikan pendidikan karakter bagi peserta didik. Hal ini selaras dengan visi menteri pendidikan yaitu Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan.

Pada siang hari sebelum melaksanakan pembagian takjil, puluhan siswa-siswi menata dengan rapi ratusan bingkisan takjil dengan kantong plastik. Dengan suka cita, Mereka melakukannya dengan kompak dan saling membantu satu sama lain.

Tim Pramuka MTs Tauhidiyah Pomahan Gelar Bakti Sosial

Di Rembang juga ada organisasi Pramuka yang merupakan wadah untuk memupuk rasa cinta atau kasih sayang terhadap alam, dan sesama. Organisasi Pramuka juga menanamkan jiwa leadership, keberanian, kemandirian, melatih kecakapan, kreativitas serta mempererat persahabatan dan kekompakan antar anggota.

Dalam kegiatan atau program-program kepramukaan berisi berbagai aktivitas. Misal selain pelantikan, juga ada kegiatan bakti sosial dan kegiatan lain untuk melatih kemandirian siswa. Sudarsono menyatakan bahwa pramuka merupakan salah satu sarana dan media yang tepat dalam menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa-siswi, karena memiliki ciri ke-khas-an tersendiri yaitu diantaranya materi uji syarat kecakapan umum (SKU) yang wajib dimiliki oleh tiap anggota.

Sementara bakti sosial peserta Pramuka memberi bantuan sembako kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu. Hal tersebut sebagai wujud kepekaan anggota Pramuka kepada masyarakat yang penuh dengan keterbatasan. Kepekaan sosial dilatih sedini mungkin dan ditanamkan kepada siswa.

Kegiatan-kegiatan sosial siswa selain mendapat respon positif dari masyarakat juga sangat penting untuk tumbuh kembang karakter mereka. Penerima bantuan tampak sangat diringankan bebannya atas kegiatan sosial tersebut. Karakter siswa perlu dibentuk dengan program dari sekolah. Inilah fungsi sekolah sebagai ruang untuk membentuk karakter peserta didik sejak dini.