Menggali Potensi Siswa, Munculkan Ragam Kreativitas

Gali Potensi Kreativitas Siswa MTs N 4 Rembang

Dunia pendidikan Indonesia masih jauh dari kesempurnaan. Kurikulum yang selalu berubah atau disempurnakan sebagai penanda usaha perbaikan secara terus menerus. Namun hal itu harus disesuaikan dengan iklim dan kondisi yang diperlukan oleh perkembangan zaman saat ini. Maka penting memiliki pemerintah yang peka terhadap hal ini.

Masa depan negara berada di tangan generasi muda, masa depan depan generasi muda membutuhkan perhatian serius para pemangku kebijakan. Menteri pendidikan Nadiem Makarim beberapa waktu lalu menyatakan bahwa generasi saat ini penting memiliki skill. Para generasi muda harus memiliki cita-cita tinggi yang beragam dan tumbuh dalam kebaikan. Inilah poin penting peran lembaga pendidikan didirikan untuk mengisi atau sebagai fasilitator dalam menumbuhkan spirit, menggali potensi peserta didiknya.

Salah satu sekolah di Rembang, MTSn 4 Rembang salah satu contoh lembaga pendidikan yang berkomitmen tinggi untuk terus memfasilitasi peserta didiknya. Menumbuhkan skill dan menggali potensi masing-masing siswa caranya dengan menyediakan media, fasilitas, dan sistem yang mampu mempengaruhi semangat dan kesadaran mereka. Oleh karenanya maka penting mengagendakan banyak latihan atau event-event literasi misalnya, bahkan lainnya.

Sepak Bola

Salah satu yang termasuk diantaranya, misal olahraga merupakan potensi akademis yang perlu dikembangkan kepada peserta didik. Di sejumlah madrasah, banyak cara yang dilakukan untuk menggali potensi ini. Di antaranya mengagendakan event pertandingan sepak bola dan lainnya.

Karena hal demikian, beberapa sekolah misal MTs Tauhidiyah, Pomahan, Kecamatan Sulang sepakat menggelar pertandingan sepak bola dengan MTsN 4 Rembang beberapa waktu lalu tepat tahun 2019, lokasinya di lapangan Desa Banyuurip, Kecamatan Gunem. Tujuan pertandingan tersebut untuk mencari bibit unggul di MTs Tauhidiyah sebagai persiapan untuk mengikuti liga U-16.

Pembimbing Sepakbola MTs Tauhidiyah, Darsono mengakui beberapa hal, pihaknya mengadakan penjaringan bibit unggul di bidang olahraga dari peserta didik MTs Tauhidiyah. menurut Darsono, mereka telah melihat, banyak peserta didik yang tertarik terhadap pekan olahraga terutama sepak bola. Untuk itu dilakukanlah pekan lomba antar sekolah termasuk dengan MTsN 4 Rembang, salah satu madrasah di daerah Rembang yang berpengalaman dalam berbagai event pertandingan sepak bola di Popda Kabupaten.

Kedua tim tampak bersemangat dalam pertandingan tersebut. Meskipun bertajuk uji coba, tapi tidak menyurutkan semangat bertanding masing-masing sesama. Dari pertandingan uji coba tersebut, tim MTs Tauhidiyah ternyata mampu memenangkan. Dari ini Darsono melihat, potensi siswa MTs Tauhidiyah sangat bagus.

Dari pertandingan tersebut, peserta didik akan lebih sering digambleng hingga memiliki skill atau performa yang maksimal. masing-masing anggota akan diikutsertakan pertandingan U-16, yaitu pertandingan bagi siswa di bawah umur 16 tahun.

Dwi, pembimbing sepak bola MTs N 4 Rembang mengungkapkan, banyak manfaat yang dipetik dari pertandingan ini, membangunkan motivasi siswa untuk terus belajar dan mengasah bakat yang dimiliki dalam bidang olahraga. Anak-anak harus bekerja keras dengan rajin berlatih dan banyak melakukan uji tanding. karena tidak ada yang bisa menebak atau membaca takdir setiap orang di masa depan, bisa jadi salah satu timnas di masa depan merupakan anak didik dari sekolah-sekolah ini.

Kerajinan Tangan Siswa Madrasah dari Bahan Bekas

Variasi kerajinan tangan banyak macamnya, bahan bekas sudah sejak lama digadang-gadang, ternyata benar barang bekas atau sampah jika didaur ulang menjadi barang ternilai. Misale kardus bekas ternyata mempunyai nilai ekonomis dan bermanfaat jika didaur ulang (recycle). Sampah kardus bekas yang tidak terpakai dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan benda hias, misal jam dinding. Seperti yang pernah dilakukan oleh siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Rembang kelas IX ketika itu dalam praktik mata pelajaran Prakarya.

Manfaat dari kreativitas sangat berguna untuk kehidupan pribadi, mereka memanfaatkan limbah kardus di lingkungan sekitar yang tidak terpakai, kemudian diolah menjadi benda menarik dan bernilai ekonomis. Jam dinding dibuat dengan peralatan dan bahan yang sangat sederhana, diantaranya kardus bekas, kabel, kawat, kertas bekas, mesin jarum jam, lem, baterai, cat tembok, dan solasi. Sedangkan alatnya yaitu spidol, gunting dan kuas.

Kepala MTsN 4 Rembang, Pak Masrum sangat mengapresiasi karya siswa-siswinya. kreativitas tersebut murni hasil ide atau inisiatif mereka semua. Menurutnya, konsep pemanfaatan limbah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) sangat bermanfaat. Menurut Masrum, pengembangan kompetensi siswa tidak hanya pada tataran teori saja. Teori yang dilengkapi dengan praktik, dapat berdampak pada pengembangan karakter siswa.

menurut Pak Masrum, lembaga MTsN $ Rembang sedang berupaya memberikan bekal kepada siswa melalui pengembangan praktik. Harapan kedepannya mampu melahirkan bibit-bibit entrepreneur muda yang berprestasi yang unggul dan berkarakter.

Dalam praktik kerajinan tersebut, masing-masing kelompok terdiri dari enam siswa. Salah satu siswi diantaranya bernama Novika, ia mengungkapkan sangat senang dengan praktik-praktik pembuatan kerajinan. Ia juga menjelaskan proses pembuatannya secara detail baik dari awal hingga akhir.

Jalan Sehat

Acara event olahraga pada pekan menyambut tahun baru Islam beberapa waktu lalu. Event tersebut diikuti oleh ratusan peserta didik MTs N 4 Rembang, mereka beramai-ramai menyemarakkan event jalan sehat bersama yang dikemas dalam kegiatan Spirit Muharram bersama MTs N 4 Rembang.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 WIB. Peserta didik melakukan jalan sehat dengan menempuh jarak kurang lebih 7 KM dengan rute halaman Madrasah kemudian berjalan keliling melewati Desa Sumber, Desa Sekar Arum, Desa Jati Hadi dan berakhir atau kembali di halaman MTs N 4 Rembang.

Kepala MTsN 4 Rembang, Masrum mengatakan, selain jalan Sehat, ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan untuk menyemarakkan Muharram. Misal event Tahtimul Qur’an, dan pentas seni yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai Madrasah. Tahtimul Qur’an tiap-tiap delegasi kelas khataman 30 juz yang dipandu dan didampingi oleh bapak, ibu guru di mushola Al-Ikhlas kemudian doa khotmil qur’an dilaksanakan setelah selesai tadarus oleh tim khotmil Qur’an.

Menurut Masrum, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas rutinitas tahunan semata, tetapi mempunyai makna yang lain untuk mengenalkan anak-anak bahwa 1 Muharram merupakan tahun baru umat Islam. Di samping itu, spirit Muharram juga bisa menjadi energi baru untuk bergerak menuju ke arah yang lebih baik lagi.

Add Comment