Melestarikan Lingkungan Hidup Melalui Penghijauan dan Bersih Sampah

Penghijauan Bersama Masyarakat Rembang

Lingkungan bersih dapat berimplikasi positif terhadap diri, begitu juga sebaliknya. Langkah pelestarian lingkungan hidup, salah satunya dengan gerakan penghijauan. Penghijauan merupakan salah satu aset berharga dan bisa diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang. Oleh karena itu, maka penting bagi kita merawat tanaman dan menghijaukannya hingga tumbuh subur dan mendatangkan kemanfaatan.

Kegiatan penghijauan juga harus mendapat perhatian atau dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat. Pasalnya Sumber Daya Alam berimplikasi positif untuk pemerintah. Pemkab Rembang bekerja sama dengan Forkopimcam Sulang Dalam melakukan penghijauan. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun, Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Wakil Bupati, Bayu Andrianto, pejabat DLH Kabupaten Rembang, Dinas ESDM Kabupaten Rembang, dan jajaran Forkopimcam, salah satunya KUA Kecamatan Sulang.

Konsep penghijauan tersebut dilakukan dengan menanam puluhan jenis tanaman dan pohon, seperti bibit pohon kawis dan kedondong. Dalam sambutannya Wakil Gubernur mengatakan, penghijauan merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan. Menurutnya, penghijauan adalah aset masa depan bagi anak cucu. Oleh karena itu, Wagub meminta kepada masyarakat dan semua pihak terkait untuk melestarikan penghijauan. Karena niat baik ini akan berkelanjutan di masa depan dan akan terus tumbuh subur jika ada kerjasama yang saling antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Ketika itu, Wakil Bupati pernah menyampaikan bahwa dahulu di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah mendapati seorang kakek sedang menanam kurma. Khalifah lantas bertanya untuk apa dia menanam pohon. Sang kakek mengutarakan maksudnya menanam kurma ternyata untuk memikirkan anak cucunya, ternyata Sang Kakek memiliki rencana besar di masa depan untuk keturunannya kelak.

Oleh karena itu, Wagub menghimbau kepada masyarakat untuk tetap sabar menunggu hasil tanam tersebut, karena hasilnya tidak mungkin berlangsung secara instan, Wagub minta masyarakat untuk tidak menebang pohon sembarangan tanpa izin dan dengan tindakan yang tak beretika.

KUA Kecamatan Sulang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Penghijauan Swadaya di Desa Sudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Pada tanggal 28 Januari 2020 lalu, di lahan yang bersebelahan dengan Embung Banyukuwung, Desa Sudo.

Kepala KUA Kecamatan Sulang, Sulton juga ikut mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mendukung perawatan dan pelestarian lingkungan di masa depan. Menurutnya, penghijauan bermanfaat untuk menanggulangi kekurangan air di musim kemarau. Pohon juga dapat berfungsi menahan air dalam tanah dan dimanfaatkan pada musim kemarau. Kami akan mengimbau kepada masyarakat Desa Sudo untuk melestarikannya. Sulton juga berharap, kegiatan penghijauan tersebut tidak sebatas pada saat itu juga, tetapi ada program tindak lanjut untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam.

Aksi Peduli Sampah Kemenag Rembang

Pasca upacara dan ramah tamah dalam rangka HAB ke-74 beberapa waktu lalu, Kemenag RI tingkat Kabupaten Rembang, Tim peduli sampah melakukan gotong royong membersihkan sampah yang ada di sekitar alun-alun Rembang. Tim tersebut bersama-sama berjalan di sekitar alun-alun untuk memungut sampah dengan kantong-kantong sampah yang berukuran besar. Sehingga usai upacara, kondisi lapangan bersih seperti sedia kala

Tugas dari tim adalah memastikan pasca penyelenggaraan upacara tidak meninggalkan masalah, terutama masalah sampah. Mereka termasuk dari tim peduli sampah. Tim yang diprogramkan oleh panitia HAB ke-74 bidang bakti sosial. Tim tersebut terdiri atas siswa-siswi MAN 1 Rembang dan para guru RA yang tergabung dalam IGRA Kabupaten Rembang.

Seperti diketahui kegiatan upacara yang diadakan di alun-alun Rembang yang melibatkan peserta dan tamu undangan sekitar 2.000 orang, tentu hal itu memerlukan kerja sama tim yang luar biasa untuk melakukan aksi memungut sampah. Usai upacara dan ramah tamah, tim tersebut bersama-sama berjalan di sekitar alun-alun untuk memungut sampah. Sehingga usai upacara, kondisi lapangan bersih seperti sedia kala.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengapresiasi pelaksanaan upacara tersebut, kemudian menyampaikan bahwa semua petugas upacara telah menjalankan tugasnya dengan baik dan berharap spirit ini dapat kembali merajut semangat kerukunan masyarakat Rembang.

Edukasi Masyarakat Tentang Kebersihan

Kinerja dan kiprah tim peduli sampah ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah. Menurutnya, tim tersebut menunjukkan komitmen dan totalitas tinggi terhadap pelaksanaan upacara sebagai puncak kegiatan HAB ke-74 di Kabupaten Rembang.

Atho’illah berpendapat bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua, ketika kita menggunakannya sebagai fasilitas publik. meskipun sudah ada tenaga kebersihan, kita tetap menginisiasi dengan mengadakan tim sendiri sebagai wujud tanggung jawab dan kesadaran pribadi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Moh. Muhson juga ikut mengapresiasi pembentukan tim tersebut. Menurutnya, sampah bukan urusan sederhana. Kita ini sering hanya fokus pada gebyar kegiatan, dan lupa bahwa kegiatan yang besar jika tidak diimbangi dengan tanggung jawab pengendalian sampah, maka akan menghasilkan sampah yg juga besar.

Ia juga menambahkan, dengan dibentuknya tim peduli sampah sebagai sebagai ikhtiar mengedukasi seluruh keluarga Kementerian Agama dan masyarakat luas, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, ia bukan hanya sebagai slogan dan ungkapan semata. Pada saatnya di seluruh wilayah layanan Kementerian Agama idealnya harus mencerminkan semangat yang sama.

Aksi Pungut Sampah Bersama Gubernur

Setelah upacara Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Jawa Tengah di alun-alun Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu, terjadi hal unik dan menarik. Pada tanggal 22 Oktober 2019 lalu, setelah sholat Istisqo’ selesai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wagub Taj Yasin, Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto tampak kompak memimpin aksi pungut sampah yang ada di alun-alun Rembang.

Alun-alun Rembang merupakan tempat upacara yang banyak bekas gelas air mineral, plastik yang berserakan usai upacara. Aksi sosial tersebut langsung mendapat apresiasi dari masyarakat.

Beberapa santri yang meminta foto bersama Pak Gubernur Ganjar Pranowo, yang merupakan orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun langsung memberi syarat harus berpartisipasi terlebih dahulu terjun ikut pungut sampah terlebih dulu.

Pak Ganjar menyampaikan kalimat, kalau mau minta foto boleh, tapi jangan lupa pungut sampah dulu, kita jalan dari sini (bagian timur sampai barat bagian atas alun- alun), Setelah sampai sana baru foto bareng. Ajakan halus Pak Ganjar kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan.

Saat kegiatan pungut sampah dimulai, sejumlah santri terlihat mencuri-curi kesempatan agar bisa foto bersama Ganjar. Namun Gubernur Jawa Tengah itu tak mau melayaninya, dan berkata “jangan lupa harus ambil sampah dahulu.”

Setelah bersih-bersih selesai, Pak Gubernur Ganjar melayani para santri untuk foto ria bersama. Hal yang sama juga terjadi pada Wagub, Bupati dan Wabup yang langsung dikerumuni oleh para santri untuk bersua foto bersama. Acara tersebut merupakan acara positif, kerjasama aktif antara pemerintah dan masyarakat.