Melatih Kreativitas Siswa dengan Kegiatan Produktif

Mading Karya Siswa MTsN 4 Rembang

Kreativitas perlu dipacu dengan kegiatan yang dapat memunculkan ide kreatif. semua itu berpengaruh besar melatih potensi masing-masing individu. Untuk memacu budaya siswa dalam membaca dan menulis, Lembaga pendidikan MTs N 4 Rembang memberi ruang kepada siswa untuk berkarya dengan mengadakan lomba mading kelas.

Kegiatan lomba mading kelas sengaja diagendakan oleh pihak lembaga sekolah untuk melatih potensi siswa dan memunculkan minat baca mereka, atau mengenalkan mereka pada membaca dan menulis, serta berkreasi dengan bacaan-bacaan. Event tersebut pernah diagendakan pada tanggal 7-11 Oktober 2019 lalu. Dalam lomba itu, tiap-tiap kelas berhak memilih tema, diantaranya batik nasional, hari kesaktian pancasila, sumpah pemuda, anti narkoba, dan lingkungan hidup.

Tanggapan atau respons dari Pak Masrum, Kepala MTsN 4 Rembang menyatakan bahwa lomba mading kelas memotivasi para siswa untuk terus giat menulis. Mading dapat menjadi media pembelajaran pengembangan minat dan keterampilan siswa dalam menuangkan ide dan kreativitas.

Berbagai karya yang ditampilkan oleh siswa dalam kompetisi mading kelas cukup beragam, unik, dan menarik. Di antaranya cerpen, puisi, kata mutiara, dan pantun. Dibingkai dalam hiasan dan dekorasi yang cantik. Eko Haryanto Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing Mading mengungkapkan, bahwa adanya media mading bagi siswa-siswi, merupakan ruang yang tepat untuk menuangkan karya pikir. Dalam event tersebut, penilaian oleh tim juri dapat mempertimbangkan beberapa aspek antara lain kualitas isi materi dan kreatifitas mading kelas.

Diana Novita Sari salah satu peserta dari kelas yang ikut berkompetisi merespons bahwa ia sangat senang dengan kegiatan tersebut. Alasannya supaya memotivasi antar kelas untuk berkarya pikir dan berkreasi. Disadari atau tidak, mading dapat menjadi media komunikasi atau penyampaian pesan untuk individu.

Menciptakan Lingkungan Positif

Sesuai jadwal kalender akademik pendidikan, Januari merupakan awal masuk semester genap madrasah. Pada awal masuk, suasana di MTs N 4 Rembang tampak berbeda. Beberapa waktu yang lalu di pagi hari siswa-siswi tampak rajin dan fokus dalam mendesain atau mendekorasi kelas mereka masing-masing, agar tampak lebih menarik secara estetis.

Tiap-tiap kelas tampak sibuk menata perlengkapan kelas, seperti menata meja, kursi, hiasan dinding, kaligrafi, struktur kelas, dan bersih-bersih ruangan kelas.

Pak Masrum menanggapi, Kelas sejatinya merupakan tempat tinggal siswa, rumah kedua tempat mencari ilmu, tempat meraih mimpi, karenanya sudah selayaknya dijaga, dirawat, dan dipelihara sebaik mungkin.

Menurut Masrum, banyak manfaat yang dapat dipetik dalam mewujudkan kelas yang indah dan nyaman. Di antaranya, menanamkan kerja sama secara tim, gotong royong dengan bahu membahu mengonsep kelas agar tampak lebih nyaman dan kondusif, kelas yang indah dapat membangun motivasi belajar yang tinggi, melahirkan ide atau gagasan.

Suasana kelas tempat belajar siswa harus diciptakan sedemikian rupa, sehingga siswa dapat merasa betah dan nyaman dalam belajar, alias tidak ngantuk dan bisa fokus belajar. Selain itu, kelas yang nyaman membuat siswa belajar terasa menyenangkan. Jika ada ungkapan ‘rumahku surgaku,’ maka di lingkungan sekolah muncul ungkapan kelasku surgaku, karena kelas merupakan tempat sederhana yang melahirkan sejuta harapan bagi calon pemimpin masa depan bangsa. Kelas yang bersih, indah, rapi dan menyenangkan dapat menunjang pembelajaran, sehingga suasana menjadi kondusif.

Mengembangkan Potensi Kepemimpinan Siswa melalui LDK

OSIM merupakan ruang aktualisasi untuk mengasah kepemimpinan siswa dalam berbagai macam bentuk kegiatan. di Lembaga pendidikan MTsN 4 Rembang mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk para pengurus OSIM periode 2020-2021 beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan MTsN 4 Rembang pada Jum’at hingga Sabtu tahun 2020 lalu. Kegiatan bagus yang diikuti oleh 40 peserta didik MTsN 4 Rembang dengan beberapa materi.

Materi yang diberikan dalam LDK antara lain keorganisasian, kepemimpinan, dinamika kelompok, administrasi surat-menyurat OSIS, general clean up dan Kedisiplinan baris berbaris. Materi pelatihan tersebut dikonsep dengan menarik dan menyenangkan. Untuk materi baris berbaris, disampaikan langsung oleh Koramil Sumber.

Pak Masrum merespons positif terkait kegiatan tersebut dan sangat mendukungnya. Menurut Pak Masrum, diklat tersebut memberi konsep dasar keorganisasian dan kepemimpinan. LDK yang agendakan tersebut bertujuan untuk melatih, mengembangkan potensi diri siswa, dan memupuk jiwa kepemimpinan siswa yang tergabung dalam pengurus OSIM.

Dalam pandangan Pak Masrum, bahwa pemimpin-pemimpin besar yang kita kenal selama ini, mayoritas dari mereka awalnya juga lahir dari kegiatan dan aktif di organisasi sekolah. Banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari dan diambil beberapa nilai, bahwa sebagai seorang organisatoris mulai dari manajemen waktu, problem solving, bekerja secara team work, dan lainnya.

Salah satu pengurus OSIM MTsN 4 Rembang, Diana Novita Sari ikut merespons, bahwa LDK bermanfaat untuk memberikan pembekalan, orientasi, dan membantu pengurus OSIM untuk melaksanakan program kerja OSIM.

Ia berharap organisasi tersebut dapat berkembang dengan berbagai kegiatan yang menarik dan inovatif. Berharap dukungan berbagai pihak, baik pengurus, dan semua siswa MTsN 4 Rembang untuk agenda event-event yang diagendakan menjadi ladang atau ruang belajar siswa mengasah diri dan potensi sebagai bekal bagi kehidupannya mendatang.