MTsN 4 Rembang, Galakkan Literasi Siswa dalam Kegiatan-Kegiatan Kreatif

Siswa MTSN 4 Rembang di Pojok Baca

Literasi sering dimaknai dengan kegiatan membaca, menulis, berhitung, dan lainnya. Usaha sadar untuk meningkatkan kualitas diri melalui baca tulis dan memperoleh pengetahuan, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Salah satu caranya adalah dengan menggali potensi sumber daya manusia. Hal ini diupayakan dengan melakukan penguatan gerakan literasi yang diinisiasi oleh MTsN 4 Rembang.

Program Gerakan Literasi sengaja digalakkan untuk menambah pengalaman dan wawasan para siswi. Pak Masrum, Kepala MTsN 4 Rembang mengatakan program ini bertujuan untuk membudayakan gemar membaca dan mendorong minat baca siswa di madrasah. Gerakan literasi senyatanya dapat menjadi variabel atau bagian dari pembangunan kualitas manusia yang dapat membuka jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Pak Masrum juga menambahkan, bahwa membaca diibaratkan sebagai investasi masa depan siswa, karena dengan membaca seseorang akan mendapat ilmu dan wawasan yang luas, menunjang hidup karirnya di masa depan, dapat hidup layak maju dan sejahtera. Sesuai dengan janji Allah bahwa ada derajat khusus bagi seseorang yang berilmu.

Pojok Baca Media Edukasi Siswa

Rendahnya minat baca penduduk Indonesia berdasarkan hasil survey dari PISA seperti alarm bahwa saat ini literasi penting digalakkan. Sekolah sebagai institusi pendidikan berperan besar merealisasikan semangat literasi, caranya bisa dengan menghadirkan konsep yang bersinergi dengan perpustakaan.

Program literasi yang digalakkan ini mendapat respons positif juga dari salah satu Guru Bahasa Indonesia MTsN 4 Rembang Eko Haryanto yang berargumen bahwa kegiatan pojok baca tersebut diharapkan mampu menggerakkan minat baca di semua lini madrasah. Motivasi yang digalakkan MTN 4 Rembang yaitu gerakan literasi, diharapkan membaca akan menjadi hobi baru di lingkungan madrasah. Buku-buku bacaan yang tersedia terdiri dari bacaan fiksi atau sejarah, buku non fiksi, buku pengetahuan umum, buku keislaman dan lainnya.

Mewujudkan generasi yang literat harus dimulai dari menciptakan lingkungan yang literat. Perkembangan diri seseorang dipengaruhi langsung oleh lingkungan sekitarnya. Ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, berwawasan luas, dan memiliki ide-ide kreatif yang kemudian berkontribusi besar bagi diri dan lingkungan.

Mading, Media Ekspresi Ide Penunjang Literasi Siswa

Mading merupakan sarana mengekspresikan karya tulis baik bergambar maupun tulisan dari berbagai genre, sastra artikel ilmiah dan lainnya. Mading yang dibangun oleh MTs N 4 Rembang berusaha memberikan ruang kepada siswa untuk berkarya dengan menuangkan ide, kreasi, dan gagasan dalam bentuk tulisan maupun gambar dengan desain yang bervariasi menarik minat pembaca.

Pak Masrum Kepala MTsN 4 Sumber mengatakan, bahwa edisi mading di bulan Oktober ketika itu menyajikan tema tentang tsunami dan gempa bumi. Harapannya, siswa yang membaca mengenal lebih dekat dan mendapat pengetahuan bahaya tsunami dan gempa bumi.

Sebagaimana diberitakan, bencana alam telah menimpa sebagian wilayah Indonesia baru-baru ini. Masrum berharap, tulisan siswa tentang bencana mampu memberikan gambaran kepada peserta didik lainnya, mencari tahu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan bencana alam. Tulisan mading bertemakan ‘Bencana Alam’ bertujuan menambah pengetahuan siswa tentang bencana alam, mengetahui langkah-langkah sikap siaga jika terjadi gempa suatu waktu. Hal yang paling utama adalah menumbuhkan sikap empati siswa terhadap korban bencana alam.

Dengan mading, siswa bisa membuat cerita, puisi, pantun, kata mutiara, gambar kartun yang sesuai dengan tema dan karya masing-masing. Tidak sebatas tulisan saja, tapi tampilan juga dikemas menarik bisa dengan memberikan hiasan, bentuk tulisan, pengaturan tata letak, warna dan dekorasi, sehingga tampilan mading menjadi lebih menarik.

Mading MTsN 4 Rembang bernama “Prestasi” diharapkan dapat menumbuhkan minat baca peserta didik, sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan mereka terhadap banyak hal. Di samping itu juga dapat menjadi wadah siswa untuk menuangkan ide, kreativitas, gagasan, sehingga hobi mereka tersalurkan.

Pemilihan Duta Literasi Sekolah Picu Semangat Baca Siswa

Untuk mengembangkan minat siswa di bidang literasi, salah satu caranya dengan berkarya, semisal menulis dan membaca. MTsN 4 Rembang beberapa waktu lalu menyelenggarakan kegiatan bertajuk pemilihan Duta Literasi Madrasah pada tanggal 19 Oktober 2019. Pada waktu itu, Muhammad Raihan Wafa yang dikenal dengan sebutan Raihan terpilih sebagai Duta Literasi Madrasah MTsN 4 Rembang. Siswa kelahiran Rembang pada Tanggal 23 Maret 2008. Saat itu ia duduk di bangku kelas VII, beralamat di desa Jatihadi Kecamatan Sumber. Raihan mempunyai hobi membaca dan sering berkunjung ke perpustakaan.

Pemilihan Duta Literasi ini dengan terpilihnya Raihan, membuatnya terheran dengan dipilihnya sebagai Duta Literasi Madrasah. Kebiasaan Raihan dalam sehari saat jam istirahat selalu berkunjung ke perpustakaan, baginya perpustakaan sudah menjadi rumah kedua.

Selain memiliki kegemaran membaca dan menulis, ia juga gemar berolahraga bola volly dan otomotif. Di antara buku-buku yang dipinjam di perpustakaan oleh Raihan, ternyata berbagai genre, misal buku Bahasa Inggris, buku cerita, buku pengetahuan umum dan lain-lain.

Raihan pernah menceritakan awal mula ketertarikannya dalam dunia literasi, sebab sejak kecil ia sudah dikenalkan oleh orang tuanya kepada berbagai buku bacaan di rumah. Raihan menuturkan bahwa Ibu dan Bapaknya sejak kecil rajin membelikan buku bacaan, seperti buku bergambar, komik, novel, cerpen dan lainnya. Jadi sejak kecil Raihan sudah mengenal banyak genre buku melalui orang tuanya.

Diagendakannya pemilihan Duta Literasi yang mengejutkan banyak siswa-siswa yang hadir saat itu, menurut Pak Masrum (Kepala MTsN 4 Rembang) diharapkan mampu memicu motivasi dan dapat menggerakkan siswi-siswi lainnya untuk membudayakan gerakan literasi Madrasah. Ada beberapa program Madrasah di antaranya pojok baca, lomba mading antar kelas dan pemilihan Duta Literasi.

Pemilihan Duta Literasi ini menurut Eko Haryanto guru bahasa Indonesia sekaligus kepala perpustakaan bersifat terbuka, juara satu, dua, dan tiga didasarkan pada minat baca dan tulis serta intensitas kunjungan ke perpustakaan dengan dibuktikan dari daftar kehadiran kunjungan perpustakaan.