Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Program Pengembangan Keprofesian IPA

Importance of Education. EDUPUB

Dunia pendidikan di era saat ini menuntut para guru dan seluruh tenaga pendidikan lainnya untuk terus menggali potensi meningkatkan kualitas diri dan melatih profesionalisme masing-masing. Problem pendidikan akhir-akhir ini masih marak terjadi, mau tidak mau menuntut seluruh pemangku kebijakan membuat inovasi terbaru. Salah satu usaha kegiatan yang diagendakan adalah ‘Kegiatan Workshop’ program pengembangan keprofesian berkelanjutan atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) salah satunya untuk meningkatkan kompetensi guru di madrasah.

Secara definisi Guru dipahami sebagai bagian dari salah satu pilar pendidikan. Kualitas guru menjadi penentu kualitas proses pembelajaran, selanjutnya berpengaruh juga berpengaruh pada kualitas hasil belajar peserta didik serta ketercapaian tujuan pendidikan. Sistem akan berjalan menuju titik tujuan, jika peran Guru berjalan optimal.

Kompetensi guru harus terus ditingkatkan untuk merespon dan menjawab kebutuhan pendidikan nasional. Di antara prinsip profesionalitas guru, memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya, hal tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menyatakan bahwa guru memiliki kedudukan sebagai tenaga profesional.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memfasilitasi guru untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan, dalam hal ini Kemenag berkolaborasi dengan Bank Dunia melalui organisasi guru, mengadakan Workshop program ‘Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan’ atau disingkat dengan PKB. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tersebut diorientasikan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan bagi para peserta.

Kegiatan PKB yang agendakan, didesain untuk memenuhi tuntutan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya sesuai dengan kebutuhan sekolah di masa mendatang dalam rangka memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik.

Kita ketahui bahwa profesional tidak hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, namun juga memiliki integritas, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang seimbang. Peningkatan kompetensi guru salah satunya dapat ditempuh melalui kegiatan tersebut. Berdasarkan latar belakang itulah, maka diselenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada tanggal 28 Oktober-24 November 2021 beberapa waktu lalu.

Workshop PKB Keprofesian IPA

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru Madrasah, Kemenag bekerjasama dengan Bank Dunia melalui organisasi guru, mengagendakan event Workshop Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Beberapa materi yang berpartisipasi mengikuti acara ini MGMP MTs untuk mata pelajaran yang mengikuti adalah IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Dari serangkaian proposal yang diajukan untuk berpartisipasi dalam program PKB salah satunya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA 3 Rembang. Program tersebut diselenggarakan beberapa waktu lalu di MTs Mualimin Mualimat Rembang dan MTsS Mubarok Sulang pada tanggal 28 Oktober sampai tanggal 6 Desember 2021. Tujuan diselenggarakan event tersebut menurut Endah Sulistyowati selaku Ketua MGMP IPA Rembang 3, senyatanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah. Peserta yang berpartisipasi terdiri dari beberapa madrasah yang bertempat di daerah Kaliori, Sumber, Bulu, Sulang, Rembang, dan Pancur yang jumlahnya sebanyak 24 peserta.

Dalam kegiatan PKB tersebut ada dua materi, yaitu Bab Sistem Pencernaan pada Manusia dan Bab Kelistrikan. Fitri Dwi Hariyanti mengungkapkan bahwa dua materi tersebut dipilih karena nilai AKG yang paling rendah adalah dua bab tersebut. Rincian kegiatan tersebut terdiri dari beberapa kegiatan In dan On, untuk In sistem pencernaan manusia yaitu In lima Jam Pelajaran (JP), On enam Jam Pelajaran (JP), dan In lagi lima jam untuk refleksi kegiatan On. Sedangkan unit pembelajaran kelistrikan in empat jam pelajaran, on delapan Jam Pelajaran (JP) dan In lagi empat untuk kegiatan refleksi On The Job Learning, dalam kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pengantar, brainstorming, dan penguatan.

Peserta dibagi menjadi empat kelompok, wajib melakukan beberapa langkah-langkah. Diawali membuat desain pembelajaran yang berisi kegiatan dan langkah-langkah guru, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Kisi-kisi soal (soal HOT, C4-C6 dan kunci jawaban), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian, presentasi power point, desain yang sudah ada tidak boleh dikurang, tetapi bisa ditambah sesuai dengan kesepakatan dari kelompoknya.

Kegiatan Workshop tersebut mendapat apresiasi dan pujian beberapa kalangan, salah satunya Puji Wiyati yang merupakan salah satu peserta kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pembelajaran yang kreatif inovatif. Harapan besar program tersebut diagendakan lagi di masa mendatang.

Optimisme Menimba Ilmu

kegiatan Workshop program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs 3 Rembang beberapa waktu lalu tanggal 24 November 2021 resmi ditutup oleh Ketua KKM 3 Warsan. Kegiatan berlokasi di Karang Jahe, Desa Punjulharjo Rembang.

Pak Warsan menyampaikan harapan besarnya bahwa agenda kegiatan program MGMP yang telah selesai tersebut dapat menjadi wahana ilmu yang bisa disharing kepada yang lain, serta menjadi media fasilitator untuk meraih prestasi. Kegiatan yang resmi ditutup tersebut mendapat himbauan Pak Warsan untuk tetap berkelanjutan terutama dalam menimba ilmu. Harapan besar bagi guru-guru supaya lebih kreatif, inovatif, dalam mengajar peseta didik.

Dalam kegiatan workshop selanjutnya akan lebih baik jika didokumentasikan melalui media-media sosial yang dekat dengan masyarakat dalam jangkauan luas. Kegiatan yang terdokumentasikan di media sosial secara tidak langsung meninggalkan jejak pengalaman yang masih berguna untuk dilihat kembali suatu waktu di masa depan atau dengan istilah lain berguna untuk ‘long life education.’

Dalam mengajar, ada banyak strategi, metode, dan model pembelajaran yang dapat menggugah minat peserta didik untuk aktif belajar. dan Guru harus menguasai beberapa hal tersebut. Istilah lainnya active learning, berguna untuk inovasi pembelajaran yang tidak membosankan ruang kelas menjadi hidup, peserta didik bukan ibarat wadah kosong yang harus selalu diisi oleh guru.

Endah Sulistyowati selaku ketua Pokja MGMP IPA 3, ia memaparkan dalam sambutannya kepada para peserta ketika itu bahwa pelaksanaan kegiatan IN (in service learning) dan ON (on service learning) MGMP IPA 3 Rembang, berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, ada tujuh kegiatan dengan rincian lima kegiatan IN dan dua kegiatan ON. Materinya pun terdiri dari kelas VIII dan kelas IX, yaitu materi Sistem Pencernaan dan Kelistrikan. Jumlahnya 32 jam pelajaran dan kegiatan workshop juga dipublish dalam web Kemenag Jateng.

Endah juga menambahkan bahwa sebelum penutupan diawali dengan kegiatan IN ke 5, dengan materi Listrik Statis dan listrik Dinamis. Secara teknis pada tiap-tiap kelompok mempresentasikan kegiatan ON yang dilakukan di sekolah masing-masing, di mana anggota MGMP IPA 3 Rembang sebanyak 24 orang dibagi menjadi delapan kelompok ON dan semua anggota harus mempresentasikan kegiatan On di sekolah masing-masing dengan menyiapkan Desain, LKPD, Kisi-kisi, RPP dan lain-lain, kemudian diakhiri dengan post test dan RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Kegiatan workshop program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA, selain bermanfaat bagi guru juga bermanfaat bagi peserta didik. Karena berpotensi memunculkan kreativitas dan inovasi pembelajaran yang dapat memunculkan ide-ide brilian generasi muda.