Bagus Febriawan, Bicara Prospek Bimbingan Belajar (BIMBEL)

Bagus Febriawan, mempunyai keinginan kuat untuk memberantas buta aksara.

Rembang – Febri atau sebutan nama lainnya adalah Bagus, demikian orang-orang memanggilnya. Laki-laki kelahiran Rembang, 20 Februari 1991 yang sekarang menetap di Kaserman Rt 07 Rw 02 dikenal sebagai sosok yang ulet, pekerja keras, calm, displin, tekun dan pantang menyerah oleh teman-teman sekitarnya.

Dibesarkan dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai guru di SD N Sumberjo 3 Rembang. Ibunya yang bernama Sureni, sehari-hari bekerja sebagai pedagang. Istrinya bekerja di ruang lingkup pendidik yaitu guru mata pelajaran bahasa jawa di SMK N 2 Rembang.

“Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi seorang guru, karena sering melihat ayah waktu mengajar sejak dulu dan membuatnya ingin mengikuti jejak sang ayah sebagai guru,” Ungkap Bagus Febri.

Sekarang Febri bertugas sebagai guru Bahasa Indonesia di SMK Muhammadiyah Pamotan, dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepal Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (WAKA SARPRAS) dan sebagai konsultan di AHE (Anak Hebat).

Potensi Bimbel

Latar belakang dirinya fokus dengan dunia anak yaitu, berawal dari kecintaanya dengan anak kecil-kecil, kemudian, ia mempunyai keinginan kuat untuk mempunyai wadah belajar atau bimbingan belajar (BIMBEL) bagi anak-anak yang ingin belajar membaca, menghitung, bahasa inggris, pra baca tulis yang salah satu tujuannya untuk memberantas buta aksara.

“Di masa pandemi pembelajaran daring melalui online, memiliki banyak keterbatasan dan hambatan, padahal membaca adalah sebuah kebutuhan dan sangat urgent, sedangkan orang tua atau keluarga kesulitan dalam mendampingi putra-putrinya saat belajar. Itulah yang membuatnya menginisiasi untuk membuka les belajar bagi anak-anak dan ternyata peminatnya sangat tinggi (prospek), siswa yang mengikuti Bimbel kurang lebih 120 siswa,” Kata Bagus Febri.

Ia menambahkan anak-anak butuh bimbingan membaca dengan metode yang sesuai dan menyenangkan.

Awalnya dulu saya kenal Ahe (anak hebat) dari bapak Imam Subekti, kemudian jadi guru bantu di Ahe pada tahun 2015 sampai 2017. Pada tahun 2019 – sekarang mengelola secara mandiri dan mempunyai 2 cabang yaitu di Sridadi Rembang dan Kaserman Rembang.

Kelebihan belajar di Ahe yaitu berlisensi, modul berjenjang dan dikemas dalam permainan. Jadwal lesnya yaitu Senin, Rabu dan Jum’at serta Selasa, Kamis dan Sabtu. Sekarang sudah ada 6 pengajar dengan rincian 5 di kaserman dan 1 di Sridadi yang lulusan S1 sebanyak 3 orang dan yang sedang menempuh kuliah 3 orang.

Siswa yang ikut les mulai usia 4,5 tahun sampai jenjang SMP dengan segmen belajar membaca, menghitung, bahasa inggris, pra baca tulis yang beralamat di Kaserman Rt 07 Rw 02 Rembang. “Jika teman-teman ada yang ingin mendirikan bimbingan belajar AHE, bisa konsultasi ke Bagus Febri (konsultan Ahe pusat),” Ucapnya.

“Selama ini peserta berasal dari Wates Kaliori, Ketangi Pamotan, Tlogo mojo Rembang, Padaran Rembang, Kaseerman, Jape, Bulu, Sulang dan lain-lain. Motto hidup yaitu terus berjuang untuk menjadi lebih baik, Mimpinya kelak yaitu ingin memberangkatkan haji orang tua dan keluarganya,” Pungkasnya saat diwawancara.

Add Comment