Plus Minus Pembelajaran Jarak Jauh (Daring)

Kegiatan siswa saat mengikuti pembelajaran jarak jauh via online. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rembang – Pandemi juga berdampak bagi pendidikan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak dari pandemi covid-19 hampir semua aspek merasakannya, mulai dari dampak sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan politik.

Pada kesempatan kali ini kita akan concern pada dampak pendidikan, sebagai ekses dari covid-19 yang terjadi pada tahun ini.

Tahun 2020 dapat diukir menjadi tahun bersejarah dalam perjalanan pendidikan di Indonesia dan dunia, bagaimana tidak pandemi membuat pergeseran sistem pembelajaran yang semula offline (tatap muka) menjadi online.

Hal – hal yang berhubungan dalam sektor pendidikan dilaksanakan serba online seperti kegiatan belajar mengajar (KBM via daring), wisuda, bimbingan skripsi, lomba sains, mapel dan lain-lain semuanya didesain serba online.

Hambatan daring

Kompleksitas hambatan daring yaitu siswa kadang kurang jelas atau kurang terlalu paham tentang materi pembelajaran yang dikirim guru via daring, meskipun diambilkan dari youtube dan buku siswa telah dibagikan secara langsung, kadang untuk pemahaman secara mandiri dasarnya masih kurang detail.

Untuk anak-anak yang pandai mudah memahami materi, tetapi untuk siswa yang kemampuannya biasa agak kesulitan dalam memahami materi.

Disisi lain masalah klasik yang sering muncul adalah quota internet dan kemampuan anak yang kurang go IT, sehingga kadang kesusahan dalam mengirimkan tugas secara online.

Secara garis besar pembelajarannya kurang efektif, karena dari sisi ketepatan waktu absensi siswa, terdapat siswa yang kadang kurang disiplin dalam proses pembelajaran, nilai pun kadang kurang otentik (nilai-nilai kejujuran).

Nilai Plus daring

Nilai Plus dengan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis online atau E-learning antara lain siswa dituntut go IT, karena hampir semua kegiatan menggunakan IT, sehingga mau tidak mau harus belajar.

Selain itu juga dapat menumbuhkan rasa kemandirian bagi siswa, memperbesar rasa ingin tahu, sehingga mampu berimajinasi dalam menuangkan ide, kreativitas, gagasannya dalam dalam bentuk tulisan kerangka ide mereka sendiri.

Hikmah yang dapat kita petik adalah siswa, guru diminta untuk cepat beradaptasi, kreatif, inovatif dan tanggap dengan model baru sistem pendidikan ini. Orang tua saat di rumah dapat berperan sebagai guru bagi anak-anak saat belajar di rumah (rumah menjadi taman belajar bagi anak-anak).

sistem pembelajaran siswa dilakukan dengan daring (online). Demikian pula pengawasan dan evaluasi, dilakukan secara online, dengan memanfaatkan teknologi, tapi pihak sekolah dapat melaksanakan home visit atau monev terhadap KBM daring.

Monev ini dapat dilakukan dengan metode manual atau daring juga. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah kegiatan daring berjalan dengan semestinya.

Guru juga disarankan memberikan tugas yang lebih terukur dan lebih mengedepankan pendidikan karakter, tidak memberatkan siswa dan orang tua di rumah.