Menumbuhkan Budaya Literasi

Giat literasi yang dilakukan oleh salah satu pengajar. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rembang – Literasi adalah kemampuan membaca, menulis, berbicara, menghitung dan mampu memecahkan masalah sehari-hari. Menulis merupakan bagian dari literasi.

Kabupaten Rembang mencanangkan Rembang sebagai kota literasi kedepannya, hal ini terlihat dari beberapa program ke sekolah-sekolah yang menekankan tentang pentingny culture literasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka diimbangi dengan program literasi digital, sebagai aspek penunjang.

Literasi media itu laksana SIM, artinya tiap individu harus memiliki kemampuan media. Hal ini bertujuan untuk memproduksi konten sebagai wahana dalam menuangkan ide,gagasan besar via media.

Jika kita mau pelajari secara holistik, ternyata tidak cukup untuk menulis tentang pengumuman kegiatan, liputan kegiatan atau rilis kegiatan, tetapi lebih dari itu yaitu idealnya berani menjadi tokoh untuk menuangkan pemikiran, pandangan, gagasan dan ide.

Salah satu strategi dakwah islam yang efektif di masa pandemi adalah dengan konten media, jadi kita harus melek atau berlatih sedikit demi sedikit untuk membuat sesuatu, misal website, medsos dan lain-lain. Menyiapkan diri dan berani sebagai diri kita sebagai centrum atau bahan konten.

Budaya Menulis

Hal yang cukup krusial adalah investasi atau budaya menulis, investasi bukanlah semata-mata urusan tentang uang, tetapi juga khasanah ilmu pengetahuan.

Jika semauanya dapat terlaksana yaitu memproduksi tulisan, membangun konten. Tidak cukup disitu saja langkahnya, tetapi selanjutnya kita juga dapat memahami secara kritis apa yang disampaikan oleh media.

Menulis adalah fashion yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan sehari-hari. Tips menulis yaitu kita tidak perlu suka dulu untuk bisa menulis, tetapi perlu dilatih sedikit demi sedikit dan mempraktiikan dulu, maka lama-kelamaan akan tumbuh rasa suka menulis.

Menulislah apapun itu bentuknya, bisa puisi, artikel, novel, cerpen dan lain-lain. Menulis itu adalah sebuah karya dan yang dapat mengabadikan kita adalah tulisan. Salah satu warisan kita adalah karya tulis, sehingga kelak orang-orang setelah kita bisa membaca karya yang kita produksi.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengasah 4 M (Memahami, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan), maka pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa semua itu, apa yang di cari?

Menarik tentunya untuk ujung semua itu, semuanya bermuara pada kebenaran Mutlak dan ketauhidan yaitu Lailahaillallah.