Edukasi Siswa Tentang Covid-19 Via Komik dan Poster

Komik karya siswa sebagai media untuk pembelajaran pencegahan Covid-19.

Rembang – World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai pandemi. Apa itu pandemi? pandemi adalah sebuah epidemi (penyakit) yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua dan telah menyerang, menelan banyak orang.

Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan selaras juga dengan kebijakan Kemenag Pusat yang ijinkan penyesuaian pembelajaran terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Menghimbau kepada para guru untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik saja, melainkan juga guru dapat bermetamorfosa, kreatif, inovatif untuk memberikan edukasi terkait virus Covid-19 kepada siswa.

Menindaklanjuti Surat Edaran tersebut, MTs N 4 Rembang memberikan kebijakan kepada bapak/ibu guru untuk memberikan tugas yang terukur, tidak memberatkan untuk siswa serta orang tua dan berorientasi pada pengenalan dan cegah Corona.

Pacu Literasi Siswa

“Tugas yang diberikan menyesuaikan kondisi anak, bisa melalui E-Learning atau pembelajaran online, bisa juga manual, bisa melalui WA grup dan lainnya dan lembar kerja siswa dapat dikumpulkan saat masuk sekolah, hal ini bermuara untuk memacu semangat siswa dalam mengembangkan minat tulis dan baca (literasi)” Ujar Masrum.

Guru Mapel Bahasa Indonesia Ervin Ayu Susanti mengatakan, salah satu tugas mapel Bahasa Indonesia yaitu dengan membuat komik atau poster dengan tema bahaya Corona, hal ini sesuai dengan momen yang sedang terjadi belakangan ini.

Ia berharap siswa dapat berimajinasi dalam menuangkan ide, kreativitas, gagasannya dalam pencegahan Covid-19 dalam bentuk tulisan. “kerangka ide mereka sendiri dan diharapkan kedepannya anak-anak tahu betul bagaimana pencegahan Covid-19 ini,” Lanjut Ervin.

Pembelajaran lainnya juga berlangsung aplikatif misalnya praktik cuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar, tahu cara memakai masker yang benar, membuat disinfektan dan juga cara membuat hand sanitizer dengan racikanya sendiri.

Olive salah satu siswa mengaku senang, karena model pembelajaranya aplikatif dan langsung dengan kondisi kekinian atau up to date. “Mengajarkan siswa untuk senantiasa hidup bersih, tanggap terhadap persoalan sehingga dapat mencegah virus Covid-19,” Ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add Comment