Pemkab Rembang Sediakan Kuota Beasiswa Bagi Pelajar

Bupati Rembang membuka acara seminar Beasiswa (FABs) di Pendapa Museum Kartini.

Kutoharjo – Forum Anak Beasiswa (FABs) Kabupaten Rembang menyelenggarakan seminar nasional pendidikan di Pendapa Museum Kartini, baru-baru ini. Seminar ini diikuti sebanyak 300 siswa SMA di Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan terkait bea siswa yang disediakan oleh pemkab bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan negeri.

Ketua FABs Rembang, Firmansyah Tri Kurniawan mengungkapkan seminar pendidikan concern dan membahas tentang informasi serta cara untuk menjadi mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Rembang.

Ia menambahkan, seminar tersebut diikuti oleh 300 an peserta dari adik-adik SMA sederajat di Kabupaten Rembang. Selama ini banyak yang ingin tahu bagaimana bisa dapat beasiswa kuliah dari Pemkab dan dalam acara tersebut peserta bisa langsung menanyakan ke pak Bupati.

Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar tersebut mengatakan berdasarkan pengamatannya dan pengalamannya saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati, nilai atau prestasi yang dimiliki siswa sekolah khususnya yang ada di pinggiran Kabupaten masih tertinggal jika dibandingkan dengan siswa yang sekolah di kota.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Melalui Beasiswa

Berbagai langkah untuk mengatasinya Pemkab berupaya untuk memberikan fasilitas yang adil dan merata antara daerah pinggiran dan perkotaan. Agar semangat siswa dalam belajar bisa meningkat dan tidak kalah dengan siswa yang ada di kota.

Salah satu program terobasan yang telah dicanangkan yaitu memberikan bea siswa perguruan negeri kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan upaya tersebut para orang tua siswa yang kurang secara finansial diharapkan mampu memberikan dorongan kepada anaknya untuk lebih semangat belajar. Selain itu juga upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di kabupaten Rembang.

“Kenapa kita standardisasi dari keluarga yang tidak mampu karena rata-rata anak yang ada dipinggiran ini dari orang tuanya juga tidak terdukung secara finansial, dari anaknya juga kurang semangat belajar. Sehingga keduanya kita padukan bagaimana orang tua memberi motivasi kepada anak supaya semangat belajar. Benangmerahnya bisa menyimpulkan dukungan finansial orang tua tidak ada yang menyebabkan anak malas belajar, maka dasarnya kita adalah beasiswa untuk anak tidak mampu yang berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Mardi mengatakan, sejauh ini sudah ada sebanyak 139 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kuliah dari Pemkab Rembang. Di tahun ini adalah periode tahun ke empat pemberian beasiswa perguruan negeri. Sedangkan setiap tahunnya ada kuota untuk 50 anak yang bisa dimaksimalkan bagi para siswa berprestasi namun kurang mampu.