Maulana, Bicara Peluang Menjanjikan Budidaya Ulat Sutra Pemakan Daun Ketela

Maulana berbicara banyak tentang prospek cerah menjadi peternak ulat sutra, profesi yang sekarang serius ia geluti.

Rembang – Nama lengkapnya Maulana Shofwan Wakhidi atau biasa dipanggil dengan sebutan Maulana.

Orangnya ulet, pekerja keras, sederhana dan punya keinginan atau tekad kuat untuk terus menerus belajar.

Pria kelahiran 16 Agustus 1990 yang sekarang tinggal di Desa Sumberjo RT 02 RW 01 Pamotan sekaligus Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rembang kepada tim Rembangdaily.com berbicara banyak tentang prospek cerah menjadi peternak ulat sutra, profesi yang sekarang serius ia geluti.

Menurutnya dengan kondisi geografis dan iklim di Rembang, akan sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan ulat sutra. Di samping itu dengan luasnya wilayah pertanian di Rembang, maka pakan sebagai faktor utama bukan lagi menjadi persoalan.

Bernilai Ekonomi Tinggi

“Ulat sutra mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat yang cukup tinggi bagi peternak ulat sutra, cara budidayanya mudah, praktis dan sederhana,” ungkap Maulana.

Dijelaskan pula, sebagai penghasil serat atau benang sutra makanan dari ulat sutra ini adalah daun-daunan yang berasal dari lingkungan sekitar kita seperti daun ketela, daun pisang, dan lain-lain. Pupa ulat sutra dapat diproses menjadi menjadi makanan yang bergisi dan mengandung protein, bisa juga diolah menjadi pakan ternak, apalagi jika diproses menjadi benang atau kain sutra, maka akan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Maulana mengungkapkan tata cara atau langkah-langkah beternak ulat sutra, terdapat 3 poin utama dalam beternak ulat sutra yaitu tempat, bibit dan kandang.

Persiapan yang pertama adalah kandang. Konsep kandang berupa rak dan dapat disusun secara bertingkat untuk efisiensi tempat, pastikan ruangan terdapat ventilasi dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan kandang.

Tahap Kedua yaitu penyediaan bibit. Jika kandang telah siap maka pesanlah bibit sebelum pemeliharaan ulat dimulai, hindarkan kontak dengan sinar matahari secara langsung.

Selanjutnya persiapan terakhir atau ketiga dan tidak kalah pentingnya yaitu pakan. “Sebelum melakukan budidaya ulat sutra, sebaiknya dilakukan penanaman bibit terlebih dahulu, agar ketersediaan pakan ketika sudah menetas dan berkembang bias tercukupi dengan baik,” pungkasnya.