18 Panwaslu Desa Kecamatan Sumber Resmi Dilantik, Siap Awasi Pilkada

Acara pelantikan Panwaslu Desa Se- Kecamatan Sumber.

Sumber – Sebanyak 18 Panwaslu Desa Kecamatan Sumber, resmi dilantik pada Sabtu (14/03/2020) di aula gedung Kecamatan Sumber.

Pengambilan sumpah dan Pelantikan Panwaslu Desa Se-Kecamatan Sumber dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2020 dipimpin langsung oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Sumber, yaitu Muslim, serta Kepala Sekretariat Sukono, disaksikan langsung Perwakilan Bawaslu Rembang Amin Fauzi.

Saat acara pelantikan, tampak hadir pula Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Forkompimcam Kecamatan Sumber, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sumber dan tamu undangan, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan dimulai dari pukul 13.00 s.d 17.00 WIB. Rangkain kegiatan diawali dengan registrasi peserta, gladi bersih pelantikan, prosesi pelantikan, dan istirahat.

Seperti diketahui untuk Kecamatan Sumber, sebanyak 66% adalah wajah baru dan keterwakilan perempuan sebanyak 44%. Dengan rincian jumlah perempuan terpilih 8 orang, laki-laki 10 orang dari 18 Desa.

Tingkatkan Capability (SDM) untuk Pertajam Pengawasan

Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan tanya jawab dengan Bawaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi. “Pengambilan sumpah pelantikan bukan sekadar ceremony semata, tapi juga berbanding lurus dengan amanah, tanggung jawab moral terhadap Tuhan dan rakyat di Rembang,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai panwaslu desa, idealnya selalu meng-update kemampuan masing-masing, untuk meningkatkan capability dalam menjalankan tugas pengawasan. Ke depan, banyak hal atau tahapan yang harus diawasi antara lain tahapan mutarlih yang di dalamnya terdapat pembentukan PPDP, coklit, penyusunan DPS, penetapan DPT, juga pengawasan dan pencegahan terhadap titik rawan pilkada seperti netralitas ASN, money politic dan politisasi sara, kabar Hoax.

Kegiatan bimtek dan peningkatan kapasitas panwaslu desa, diawali dari Divisi Sumber Daya Manusia, Data dan Informasi oleh Ahmad Rifai.

Rifai menjelaskan secara detail tentang pengenalan lembaga mulai strukural paling atas sampai bawah, tuweke (tugas wewenang dan kewajiban) panwaslu desa. “Jaga integritas, moralitas sebagai penyelenggara, tingkatkan kualitas SDM masing-masing,” ujarnya.

Divisi pengawasan, hubungan masyarakat dan hubungan lembaga Dwi Hindarto menambahkan tentang strategi pengawasan, cermati titik rawan dan upaya pencegahannya, ditambah tata cara pengisian Form A. Seperti diketahui, form A merupakan senjata pengawasaan serta sebagai salah satu alat kerja pengawas. “Mengawasi itu harus dengan mata, telinga, dan hati,” tambahnya.

Di akhir acara, Ketua Panwaslu Kecamatan Sumber, Muslih, menyampaikan tata cara proses penanganan pelanggaran, baik temuan maupun penerimaan laporan. Mulai dari durasi waktu laporan paling lama 7 hari sejak diketahui atau ditemukan, pihak siapa saja yang berhak melapor, dan jenis-jenis pelanggaran.

“Dengan pengawasan dan pencegahan, penindakan yang baik, pilkada diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas dan terciptanya pilkada yang berkualitas dan bermartabat,” ungkap Muslim.