Antusiasme Tinggi, Kulutan Expo 2020 Bakal Didukung Ekonomi Kreatif Desa

PERDANA — Menampilkan potensi desa, Kulutan Expo 2019, digelar untuk pertama kalinya. (Foto: Pemdes Kulutan)

KULUTAN, Gunem — Berhasil menggelar Kulutan Expo 2019, Pemerintah Desa Kulutan terus berbenah diri. Rencananya, pada Kulutan Expo tahun ini, ekonomi kreatif mendapat porsi lebih banyak dibanding sebelumnya.

“Peresmian dan Pemasaran Produk Kios Desa pada 26 Desember 2019 lalu dihadiri oleh kurang lebih 160 orang. Padahal, rencananya, hanya 100-an orang. Animo warga Kulutan juga luar Kulutan yang tinggi, membuat kami merasa perlu untuk semakin lebih baik pada Kulutan Expo 2020,” ujar Kepala Desa Kulutan, Arindra Setyo Prabowo, Rabu (22/1/2020), di kediamannya.

Animo yang dimaksud, termasuk kehadiran para pemangku kepentingan, seperti Kepala Desa se-Kecamatan Gunem, serta perwakilan dari Koramil, Polsek, Puskesmas, KUA, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades), tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh agama (toga).

“Kalau kemarin, Pemdes Kulutan berhasil memobilisasi ibu-ibu untuk memamerkan jajanan, camilan, dan kue-kue bikinan mereka sendiri, tahun ini, kami mendorong para pemuda untuk melahirkan ekonomi kreatif desa,” terang Petinggi alumnus Universitas Negeri Semarang tersebut.

Petinggi Ari tidak mengada-ada. Tahun ini, para pemuda dibekali peralatan multimedia memadai untuk mendokumentasikan semua potensi desa. Branding desa yang intens, bagi Kulutan, diyakini berdampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup warga.

Ekonomi kreatif, sebagai desain pembangunan yang berorientasi pada pengembangan potensi SDM, diharapkan menjadi titik tumpu munculnya potensi baru di desa. Impak yang benar-benar dituju adalah banyaknya pemuda yang lantas mengembangkan diri di desa.

“Melahirkan kesempatan untuk berkreasi yang menurut saya, vital. Selama ini, masih sangat kurang. Dengan kesempatan itu, kontribusi para pemuda dapat dirasakan nantinya. Kalau sudah berjalan, bukan tidak mungkin, justru merekalah motor bagi maju dan tidaknya desa,” papar Arindra.

Wisata Desa

Pada 2019, jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Rembang mencapai 1,5 juta orang. Banyaknya tempat wisata yang dikelola desa turut berkontribusi pada capaian angka itu. Seperti diketahui, kunjungan wisata dapat memberikan efek ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

“Sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan Kabupaten Rembang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (Untuk itu) pengembangan pariwisata terus didorong. Pariwisata ini punya nilai ekonomi yang luar biasa. UMKM di desa maupun di luar desa bisa hidup semua,” ucap Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat acara Dinamika Pembangunan di Pendapa Kecamatan Bulu, Rabu (26/12/2018), seperti dirilis Pemkab Rembang.

Ketika itu, Bupati menjelaskan, pihaknya telah banyak membangun fasilitas penunjang obyek wisata di Rembang, seperti pelebaran akses jalan Pantai Karangjahe. Selain itu, sambungnya, sebagian Dana Desa dapat digunakan untuk pengembangan wisata di desa.

Add Comment