Daur Ulang Limbah Sayur dan Buah Untuk Sumber Energi

Siswa saat praktik membuat sumber energi dari limbah sayur dan buah. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rembang – Baterai merupakan salah satu sumber energi. Sumber energi yang terdapat dalam baterai adalah energi kimia yang diubah menjadi energi listrik. Baterai termasuk kedalam elemen primer yang artinya elemen elektrokimia yang bahan-bahan pereaksinya tidak dapat diperbarui lagi.

Ditangan siswa MTs N 4 Rembang, baterai bekas yang tidak terpakai dapat diperbarui kembali, sehingga dapat bermanfaat kembali.

Alam pada dasarnya telah menyediakan segala yang manusia butuhkan untuk hidup seperti air, udara, makanan dan lain-lain. Energi listrik yang kita butuhkan juga dapat bersumber dari mana saja seperti sayur, buah, air, panas, udara dan lain-lain.

Septa Ria Firantika, Guru IPA MTsN 4 Rembang menjelaskan, praktikum dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah baterai bekas disekitar yang tidak terpakai, kemudian munculah ide untuk memanfaatkannya kembali.

Peserta didik MTs N 4 Rembang baru-baru ini melakukan praktik membuat sumber arus listrik dari buah baterai bekas dengan pemanfaatan limbah sayur dan buah sebagai pasta.. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 Orang, beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain pisau, baterai bekas, limbah sayur atau buah secukupnya, lakban, jarum pentul, mangkuk, gunting, jam dinding, Nacl atau garam halus.

“Langkah kerja dalam percobaan yaitu iris limbah yang akan digunakan secara memanjang, kemudian cincang halus kulit pisang yang telah diiris sampai halus dan tumbuk hingga halus, tambhkan NaCl sebanyak 1 sendok teh, ambil baterai bekas lalu buka bagian baterai pada kutub positif baterai (jangan sampai kutub pusat baterai terlepas), keluarkan pasta atau isi baterai hingga bersih, masukkan campuran NaCl limbah kedalam baterai hingga penuh (urutannya karbon 10 % dan pasta kulit pisang 80 %), tutup kembali baterai dan rekatkan menggunakan lakban. Langkah terakhir lakukan uji coba dengan memasang baterai pada jam dinding dan lampu LED,” terang Ria.

Ria menambhkan dalam praktik mata pelajaran IPA baru-baru ini sayur dan buah yang digunakan adalah kulit pisang, kulit apel dan sayur yang telah busuk karena mudah didapatkan dan tidak terpakai.

Rafli salah satu siswa yang ikut praktikum mengaku sangat senang mengikuti kegiatan praktik IPA kali ini bersama teman-temanya, karena dapat pengalaman baru tidak sebatas teoritis saja tapi juga terapan,sehingga menambah pengetahuan baru tentang bab kelistrikan.