Rasdadik, Inisiator Peternak Cacing Rembang

Rasdadik saat menunjukkan ternak cacing miliknya. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rembang – Lahir di Rembang, 6 Juni 1980 dan sekarang berdomisili di Desa Karang Turi-Lasem. Ayah dari 1 anak ini secara detail menceritakan latar belakang alasannya memilih budi daya cacing.

Awalnya rasdadik aktif di dunia pendidikan sebagai pengajar matematika di berbagai sekolah baik negeri maupun swasta, tetapi karena faktor ekonomi akhirnya ia mengundurkan diri dari dunia pendidikan.

Sebagai GTT atau guru honorer untuk menopang biaya sehari-hari cukup berat, apalagi pemerintah kurang responsif terhadap persoalan GTT, ucapnya. Inilah alasan beliau untuk banting setir terjun ke budi daya atau ternak cacing.

Tahun 2014 ia mulai menekuni budi daya cacing. Alasan saya memilih budi daya cacing karena melihat potensi pasar yang besar, ada target 5 Ton perbulan dari perusahaaan, Untuk pabrik permintaan cukup besar, Ucapnya.

Ada tiga jenis cacing yang ia kembangkan, yaitu African Night Crawler (ANC), Lumbricus Rubellus (LR), dan cacing tiger. Untuk ANC berguna untuk pakan ternak dan ikan, cacing LR untuk farmasi, facial sedangkan untuk cacing tiger untuk pakan burung, dan bisa juga farmasi.

Pengetahuan tentang perawatan, pengembangan dan budi daya cacing, ia peroleh via internet, you tube lalu dipraktikkan secara langsung. Untuk pengembangan usahanya dilakukan di tempat kelahirannya Desa Ngadem Kecamatan Rembang bersama famili dan tetangga dengan nama Kelompok Tani Lumbrica.

Rasdadik juga menyarankan pada pembesaran dari cacing  kecil yang hanya membutuhkan waktu 40 hari sudah bisa menjual.

Adapun media tumbuh yang cocok adalah dari limbah sagu didapat dari kabupaten Pati dicampur kotoran sapi atau irisan batang tanaman pisang usai dipanen, sedangkan pakan memanfaatkan ampas tahu dan ketela atau sampah  organik atau sayur/buah sisa memasak bahkan basi dengan catatan kesemuanya dihaluskan berikut dicampur air secukupnya agar mudah dikonsumsi cacing.

Untuk memenuhi permintaan pasar, ia menggandeng beberapa kelompok tani disekitar rembang yaitu Desa Sluke Kcamatan Sluke, Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang, berikutnya Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem, Desa Panohan Kecamatan Gunem dan Desa Sulang Kecamatan Sulang dan sekarang juga merintis di luar daerah yaitu di kabupaten Tuban Jawa Timur.

Menurutnya tantangan atau hambatan terbesar adalah semangat orang-orang peternak cacing, artinya kadang ketika harga cacing turun, ghiroh peternak kadang juga turun, sedangkaan dari alam yaitu tantangannya adalah pemangsa, misalnya tikus.

Karena kesuksesannya ia juga menjadi narasumber kegitan-kegiatan seminar pelatihan budi daya cacing di Brebes, Kebumen, Polres Rembang. Untuk kalangan masyaarakat baik secara individu atau kelompok tani, ia juga sering melakukan pelatihan budi daya secara gratis.

Budi daya cacing sangat ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan limbah, Untuk di Rembang sendiri sekarang juga memiliki komunitas namanya rumah cacing Rembang (RCR).