Ragil, Lulusan Arsitek yang fokus Budidaya Ternak Kambing

Ragil, Saat menunjukkan budidaya ternak kambing etawa miliknya. (Foto: Dwi Hindarto)

Rembang – Ragil, demikian orang-orang memanggilnya. Lulusan sarjana arsitektur di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang adalah Ketua Kelompok Taruna Tani Morgomulyo di Desa Kemadu kecamatan Sulang kabupaten Rembang. Ragil Bambang Sumantri, lahir 6 Januari 1982 dan berdomisili di Desa Kemadu RT 3 RW 7.

Akhir tahun 2005 adalah tahun dimana ide beternak kambing tercetus, berangkat dari kebiasaan berkumpul sesama teman tiap hari berdiskusi dan sulitnya mencari perkerjaan setelah lulus kuliah, ” Akhirnya kami memutuskan untuk berwirausaha, tapi kami bingung, di desa dan dengan modal yang nyaris tidak punya, harus berwirausaha apa,” Ucapnya.

Dengan modal dari tabungan ketika masih kuliah dan modal dari orang tua berupa lahan, dia beserta teman-temanya yang berjumlah 5 orang memutuskan untuk beternak kambing dengan sistem penggemukan. Dengan minim pengalaman beternak awalnya sempat mengalami kerugian.

“Pertama kali beternak dengan 8 ekor kambing dan fokus pada budidaya ternak kambing Etawa,” Ungkapnya.

Tahun 2006, setelah menganalisis penyebab kerugian, pada bulan agustus tahun 2006 bersama 8 orang anggota bangkit dan bertekad lagi beternak dan membentuk Kelompok Tani Ternak (KTT) Morgomulyo, sekarang anggotanya berkembang menjadi 26 anggota dan total ada 250 ekor lebih yang dikelola, Sedangkan punya mas ragil sekitar 50 ekor kambing.

Untuk pengembangan bisnis dari produknya, sudah dibuka beberapa agen penjulalan baik dalam maupun di luar kota. Seperti di Palembang Sumatera Selatan, Batam dan lain-lain, disamping itu juga melalui pemasaran secara online.

Pada tahun 2017 Kelompok Tani Ternak (KTT) Morgomulyo masuk dalam sepuluh KTT terbaik tingkat nasionl. Hal ini dikarenakan Kelompok Tani Ternak kambing Etawa Morgomulyo Pimpinan ragil selain mengembangkan ternak, juga mengembangkan pengolahan susu, Sabun Susu, Krupuk Susu Kambing, Nugget Kusu Kambing, Kacang Telur Susu Kambing, Tahu Susu Kambing, Chistik Susu Kambing, Fried Chieken Susu, Es Kenyot Susu atau Es Lilin dan lain sebagainya.

Saat penghargaan langsung diberikan oleh menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kegiatan jambore Peternakan di Cibubur, dan dihadiri juga Presiden RI Jokowi dan Menteri lainnya.

Beternak Kambing dibandingkan dengan sapi lebih bernilai ekonomis, disamping modal yang dibutuhkan lebih sedikit, usia kebuntingannya juga relatif pendek yaitu kurang lebih 5 bulan. Lebih lagi ternak kambing peranakan etawa (PE) atau yang sekarang telah dipatenkan dengan nama Kambing Ras Kaligesing. Untuk menambah wawasan peternak kita juga studi banding di daerah Sleman, Pungkasnya.