Komitmen Rembang Jihad Melawan Kemiskinan

Bupati Rembang beserta jajarannya, saat hari jadi ke-278 di pendapa Museum Kartini. (Foto: Rembangkab.go.id)

Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengajak kepada masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan. Hal itu disampaikan bupati dalam hari jadi ke-278 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Menurutnya, jika di tahun 1741 rakyat Rembang berjuang melawan penjajah, maka di tahun 2019 ini kita meneruskan perjuangan para penjajah dengan berjihad melawan kemiskinan.

“Langkah atau program untuk mengentaskan kemiskinan Pemkab Rembang antara lain program renovasi Rumah Tidak Layak Huni, Program Keluarga Harapan, Beras Sejahtera, serta pendidikan dan kesehatan gratis,” Ungkap Bupati.

Tidak cukup disitu saja, melalui program Kamalia Merekah (Koin Amal Lansia melindungi yang renta jadi berkah), pendampingan organisasi perangkat daerah di desa prioritas kemiskinan, serta kemitraan dan pendampingan Kuliah Kerja Nyata tematik baik negeri maupun swasta di desa prioritas kemiskinan.

Bupati menjelaskan perjuangan pemkab Rembang selama ini bisa terlihat hasilnya dengan tercermin dari angka kemiskinan 18,35 persen di tahun 2017 menjadi 15,31 persen di tahun 2018. Sedangkan Investasi di tahun 2015 nilainya 3,3 triliun rupiah. 2018 meningkat menjadi 7,7 trilun rupiah.

Dengan concern pada tema Menggali Potensi, Mengembangkan Inovasi, dan Meningkatkan Inovasi sangat relevan dengan kondisi Rembang saat ini. Penjelasan dari tema tersebut yaitu, bahwa Rembang memiliki potensi yang tidak semua daerah miliki, Lanjutnya.

Contoh lain potensi maritim misalnya, panjang bibir pantai di Rembang yang membentang 64 kilometer sejak Kaliori sampai Sarang. Tentunya di dalam banyakkandungan potensi yang bisa digali, diasah demi majunya dan makmurnya masyarakat Rembang, Pungkasnya.