Wisata Pantai Karang Jahe catatkan Rekor

Bupati Rembang saat melakukan kunjungan ke Wisata Karang Jahe. (Foto: rembangkab.go.id)

Rembang – Pantai Karang Jahe catatkan rekor ke jajaran 7 besar destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Tengah. Tidak hanya karang jahe, tetapi kunjungan wisatawan di kabupaten Rembang mengalami kenaikan signifikan. Jika 2017 hanya 1.460.808 wisatawan, di  2018 naik menjadi 1.810.369 orang.

Abdul Hafidz selaku Bupati Rembang, berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk berinovasi memberdayakan potensi di desa masing-masing, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ia mencontohkan kesuksesan Pasar Brumbung di Desa Banggi Petak Kecamatan Kaliori dan Pasar Kramat Desa Nglojo, Kecamatan Sarang, dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di Rembang.

“Pasar brumbung konsep awalnya mau dibuka sebulan sekali, tapi sekarang tiap hari dibuka dan ramai. Setelah itu ada Pasar Kramat di Desa Nglojo, semoga bisa menyusul seperti kakaknya, Pasar Brumbung. Kami nggak berharap dapat PAD dari sana, tapi selaku pemerintah ikut senang, jika mampu membuat ekonomi masyarakat bergerak, “ ungkap Hafidz.

Dwi Purwanto Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, merinci  1.809.813 merupakan wisatawan lokal dan 556 wisatawan mancanegara.

“Kunjungan wisatawan itu meliputi Karang Jahe Beach sebanyak 1.039.191 orang dengan rekor masuk ke jajaran 7 besar destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Tengah. Taman Rekreasi Pantai Kartini sebanyak 186.425 orang. Pantai Pasir Putih Wates sebanyak 147.693 orang. Makam Raden Ajeng (RA) Kartini sebanyak 68.361 orang. Agrowisata Dekampoeng Rembang sebanyak 40.890 orang dan museum RA. Kartini sebanyak 33.136 orang,” imbuhnya.

“Meningkatnya kunjungan wisatawan menjadikan jumlah perputaran uang di destinasi wisata pada tahun 2018 mencapai Rp. 6,4 milyar lebih. Sedangkan target di tahun 2019, jumlah perputaran uang Rp. 6,7 milyar dan kunjungan wisatawan 2 juta orang. Target tersebut cukup realistis mengingat  akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan destinasi wisata baru di kabupaten Rembang yang berbasis one village one product (satu desa satu produk),” kata Dwi.

Dengan semakin banyak munculannya destinasi wisata baru akan menjadikan perekonomian masyarakat meningkat. Dampaknya juga dapat mengurangi pengangguran dan menekan warga Desa tidak bekerja ke luar daerah, jadi banyak hal positif dari sana.