Raih WTP, Sejarah Baru Tercipta di Rembang

Pemkab Rembang berhasil raih penghargaan WTP pertama kali dalam sejarah (Foto: rembangkab.go.id)

Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berhasil mencatatkan sejarah. Untuk pertama kalinya Pemkab berhasil meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.

WTP merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan tata kelola yang baik (good governance). Berdasarkan laporan, Pemkab Rembang mampu menyajikan laporan yang baik, sehingga dinilai layak mendapatkan WTP.

Penghargaan tersebut merupakan idaman dan kebanggaan bagi para pengelola keuangan Negara, Seperti pejabat kementerian, lembaga Negara, Oleh karena itu pemerintah daerah berlomba memperoleh opini tersebut.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz menerima penghargaan secara langsung dari Kepala Kantor BPK perwakilan Semarang, dengan didampingi Sekda Rembang Subakti, Inspektur Kabupaten Rembang Fahrudin, Kepala BPPKAD Musta’in, dan Ketua DPRD Rembang H Majid Kamil, di kantor BPK perwakilan Semarang, pada Selasa (28/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengucapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Kurang lebih selama 1 tahun dirinya memerintahkan jajaran OPD untuk membentuk tim pencatatan aset. Aset yang dicatat berupa barang, bangunan, dan semua yang berkaitan dengan pengadaan pemerintah.

Menurutnya, dari jumlah aset paling banyak berapa di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindipora). Ia menegaskan, saat ini sudah tidak ada masalah lagi terkait dengan pancatatan aset di lingkup Pemkab Rembang. Hal itu dibuktikan telah diterbitkannya Opini audit Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak jajaran OPD, Inspektorat, dan seluruh masyarakat Kabupaten Rembang. Ini merupakan berkah bulan Ramadan. Penantian lama bertahun-tahun akhirnya Kabupaten Rembang mendapatkan WTP untuk yang pertama kalinya dalam sejarah. Kami setahun lebih melakukan pendataan aset senilai Rp 1,3 milyar. Ini hasilnya, semua OPD sudah bekerja keras untuk melakukan pendataan. Semua aset sudah berhasil ditelusuri dan didata,” kata Bupati.

Komitmen Sejak awal Pemerintahan

Sejak awal pemerintahan Bupati Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto berkomitmen dan mencanangkan dalam pengelolaan keuangan yang baik, penertiban aset guna meraih predikat good governance.

Berbagai langkah kita lakukan, seperti telah membentuk tim khusus OPD untuk menangani aset untuk memperbaiki pencatatan agar terdata. ASN yang bertugas pun seringkali “Pergi pagi pulang pagi” untuk melaksanakan tugas yang berkaitan dengan penataan aset.

Proyeksi kedepannya setelah WTP diraih, Bupati Rembang mengaku mentargetkan piala Adipura dapat diboyong ke Kabupaten Rembang. Dengan piala Adipura mencerminkan masyarakat yang bersih dan sehat. Jika kedunya yaitu WTP diterima, Adipura didapat, maka Kabupaten Rembang akan semakin lengkap menjadi kota yang bersih, dan sehat, serta tertib dalam pengelolaan keuangan serta melengkapi prestasi-prestasi yang sebelumnya sering diraih.