Saidah, Kepala Sekolah dengan Prestasi Akademik Mencengangkan

JUARA – Saidah menerima penghargaan juara III GTK ketegori Kepala MA di Semarang. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Lasem, REMBANGDAILY.COM *** Lahir di Rembang, 19 Agustus 1983, Saidah dikenal sebagai sosok yang sederhana dan cakap. Lulus S2 MPI IAIN Kudus tahun 2016, kini ia diamanahi sebagai kepala Madrasah Aliyah (MA) NU Lasem.

Prestasi akademik Saidah sungguh mencengangkan. S1 Jurusan Tarbiyah Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) ia selesaikan dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,83. Ia diwisuda sarjana pada tahun 2005. Sedangkan S2 Jurusan MPI diselesaikannya selama 2 tahun dengan IPK 3,89. Ia juga baru saja menyabet juara 3 Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi kategori kepala sekolah MA tingkat Jateng 2017.

“Meraih prestasi bukan berarti menjadi terbaik di antara yang lain. Akan tetapi merupakan pemberi semangat bagi kita untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik dimanapun kita berada,” kata Saidah belum lama ini.

Ia mengungkapkan, sejak kecil memang bercita-cita menjadi guru dikarenakan orangtuanya juga seorang guru. Saat lulus S1 sebenarnya Saidah ingin langsung melanjutkan kuliah S2, akan tetapi tertunda. Kemudian baru tahun 2014 harapannya melanjutkan S2 terwujud.

“Sebenarnya ingin juga dapat melanjutkan pendidikan S3, akan tetapi kondisi keluarga belum memungkinkan, sehingga tertunda. Dengan pendidikan S2 saya berharap ada kesempatan untuk menjadi dosen,” ucapnya.

Baginya, kesuksesan tidaklah datang dengan tiba-tiba. Kesuksesan harus diraih dengan usaha keras, ketekunan, serta doa dan dukungan dari keluarga. Ia juga selalu yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

“Hidup harus berusaha, tegar, dan memiliki semangat dalam kondisi apapun dan bagaimana pun. Selalu sabar dan menerima kenyataan hidup dan yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk setiap hambanya,” ungkap Saidah.

Program Unggulan

Selama menjabat sebaga Kepala MA NU Lasem, Saidah menggulirkan sejumlah program unggulan khususnya di kegiatan-kegiatan keagamaan. Di antaranya kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) qiratul kutub, tahfiz Quran, dan praktik keagamaan sesuai ajaran Aswaja.

Selain itu, ada kegiatan rutin yang diharapkan bisa menjadi kebiasaan sehingga membentuk karakter. Seperti baca Surat Yasin dan Tahlil bagi siswa yang bolos atau tidak ikut upacara bendera tiap hari Senin, setiap Selasa sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) digelar kegiatan membaca salawat Nariyah, dan setiap Sabtu sebelum KBM digelar tadarus Quran.

Sedangkan untuk life skill, para siswa diharuskan mengikuti ekskul membatik, menjahit, atau desain grafis (sablon). Pada kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019 fasilitas yang ditawarkan MA NU Lasem yakni free hotspot di tiap kelas, gratis seragam 3 stel dan kaus olahraga, gratis alat tulis, gratis SPP selama 1 tahun bagi siswa peringkat 1-3, gratis SPP bagi siswa kurang mampu dengan syarat khusus, asrama pondok pesantren bagi yang berminat, bebas biaya pendaftaran, bebas biaya daftar ulang, dan bebas uang gedung.

Saidah menerangkan, prestasi yang diraih MA NU Lasem pada tahun 2017 yaitu juara 2 Lomba Tilawah Putra STQ/MTQ tingkat pelajar se-Kecamatan Lasem, juara 3 Lomba Tartil Putri STQ/MTQ tingkat pelajar se-Kecamatan Lasem, dan juara harapan III Lomba Fashion Show Batik dalam rangka Hari Batik tingkat Kabupaten Rembang.

“Proyeksi ke depan MA NU Lasem menjadi madrasah pilihan bagi masyarakat seperti awal mula berdiri pada 1 April tahun 1983. MA NU Lasem menjadi madrasah yang mampu mengembangkan ajaran Aswaja, mewujudkan harapan para ulama pendiri, berprestasi dalam berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik, dikenal masyarakat, dan menjadi madrasah berbasis IT,” harap Saidah yang kini tinggal di Desa Soditan RT 6 RW 3, Lasem, Rembang ini.