Mahmud Wildan, dari Muhammadiyah untuk Rembang yang Lebih Baik

ENERGIK – Mahmud Wildan, pengajar dan penggerak pemuda Rembang dari basis Muhammadiyah. (Foto: Dwi Hindarto)

Kaliori, REMBANGDAILY.COM ** Tumbuh dan besar di kalangan Muhammadiyah, kini ia mengabdi untuk masyarakat Rembang. Muhammadiyah yang sarat nilai-nilai sosial-kemasyarakatan membentuknya menjadi sosok pemimpin yang peka terhadap situasi. Bagi Anda yang belum yakin bahwa Rembang sangatlah potensial, berikut kami perkenalkan, Wildan Mahmud.

Publik mafhum akan gayannya yang calm, cool, dan smart. Cara bicara dan struktur berpikirnya sistematis. Wildan, demikian orang-orang memanggilnya. Pria kelahiran Klaten yang sekarang menetap di Kaliori Rembang ini dikenal memiliki kompetensi akademik dan knowledge yang luas.

Mahmud Wildan, ayah dari dua anak kelahiran Klaten, 27 November 1986, lahir dari keluarga guru dan hidup di lingkungan pendidikan. Bapak dan ibunya adalah guru Pendididkan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar, kedua mertuanya adalah guru Sekolah Dasar, dan istrinya pun guru Sekolah Dasar. Sejak dari kecil, ia terdidik dengan nilai-nilai keilmuan dan keislaman.

Siapa sangka, semaca kecil, ia bercita-cita menjadi tentara. Cita-cita yang mulia, tentunya. Tapi takdir berkata lain. Saat usianya terus menanjak dewasa, Wildan lantas memutuskan diri untuk berkarier di dunia pendidikan, sepenuh hati.

Sebelum menjadi pendidik, pada 2008-2009, Wildan sempat bekerja di PT Pelita Cengkareng sebagai engineer turbin gas dan ketel uap. Setelahnya, ia hijrah ke Rembang bersama sang istri untuk berkarya di dunia pendidikan.

Tahun 2010, Wildan mulai mengajar. Setahun berlalu, tepatnya 2011, Wildan mengajar SMK Walisongo dan SMK Muhammadiyah Rembang. Pada masa itu, berbagai pelatihan penting ia ikuti, misalnya Blue pelatihan Core Yamaha Motor Indonesia.

Di lingkungan sekitar, baik di rumah maupun sekolah, Wildan dikenal sebagai pribadi yang ramah, cekatan, energik, tanggap, dan mampu mengatasi masalah secara cepat. Di usianya yang relatif muda, Wildan telah dipercaya menjadi leader.

Pada 2015, ia diamanahi menjadi Ketua Jurusan (Kajur) Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Muhammadiyah Rembang. Dua tahun kemudian, pada 2017, ia mendapatkan tugas baru sebagai Wakil Kepala Kesiswaaan (WKS 2) Bidang Kesiswaan.

Kader Militan Muhammadiyah

Segudang pengalaman organisasi dicecap Wildan. Pada 2004, sewaktu kuliah di Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, ia aktif di berbagai macam organisasi, mulai Keluaraga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTKM) sebagai Ketua Bidang Keagamaan, hingga Pembimbing atau Mentoring Kampus, yakni sebuah kegiatan keagamaan kampus.

Wildan adalah kader Himpunan mahasiswa Islam (HMI). Mengawali karier organisasi sebagai Bendahara Umum Komisariat Ahmad Dahlan II UMS, pada 2007, ia diamanahi sebagai Ketua Umum Komisariat HMI Ahmada Dahlan II UMS.

Pada ranah social, Wildan aktif di Pemuda Muhammadiyah Rembang sebagai Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Saat Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) KOKAM, ia dipercaya menjadi Senior Course (SC).

“Tujuan Diklatsar KOKAM adalah mengemban misi suci. Yang pertama, yaitu Bela Negara dan keamanan, yang kedua, yaitu misi kemanusiaan. Beberapa contoh kegiatan KOKAM, yaitu penanganan bahaya banjir, tanah longsor, bakti social, dan lain-lain,” ucapnya belum lama ini.

Selain aktif di berbagai kegiatan pendidikan, Wildan merupakan anggota dan pengurus Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rembang.

“Mengalirlah seperti air yang tenang, sejuk, dan menjernihkan,” begitu moto hidupnya.

Tidak heran, dengan pengalaman sebegitu rupa, Wildan pun mampu menjadi ujung tombak dan penggerak pemuda Rembang di berbagai instansi.