Erick Ardiles, Komitmen Menggawangi Calon Juara Melalui Pendidikan

ENERGIK – Erick Ardiles sewaktu memperkuat PSIR Rembang. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rembang, REMBANGDAILY.COM ** Jam terbangnya malang melintang di pentas persepakbolaan nasional, tak membuatnya lupa pada kampung halaman. Pengalamannya merumput di berbagai klub sepakbola bahkan menginsipirasinya untuk terjun ke dunia pendidikan. Bagi pencinta bola, Anda tentu tidak asing lagi dengan Erick Ardiles.

Sosok muda dan berprestasi tersebut kini bukan hanya menggeluti profesi sebagai pemain sepakbola profesional. Erick, begitu ia biasa disapa, menekuni peran baru sebagai pelatih. Ia juga seorang pengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMK NU Lasem dan SMP Negeri 2 Sulang.

Atlet kelahiran Rembang, 7 November 1990, itu memberi keterangan seputar pilihannya. Tak kurang dan tak lebih, adalah untuk lebih memajukan olahraga Rembang.

“Rembang sebenarnya mempunyai bibit pemain muda sepakbola yang potensial, tapi karena sarana dan prasarana yang belum memadai serta masih minim, sehingga bakat anak-anak belum terasah maksimal,” ujarnya beberapa waktu lalu, di kediamannya.

Bukan tanpa sebab, Erick berpendapat demikian. Kisah panjang perjalanan kariernya ia tuturkan. Awal kariernya bermula sejak Kelas 1 SMP di Sekolah Sepakbola (SSB) Mondoteko Putra, berlanjut ke PSIR Junior selama tiga tahun.

Penjaga gawang ini kemudian melanjutkan petualangan karier profesionalnya. Demi mengejar mimpi, ia rela berpindah-pindah klub.

Usai meraih prestasi gemilang dengan menjuarai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi SMU se-Jawa Tengah, pada 2007, Erick bergabung dengan Persiku Kudus. Tahun 2008, karier nasionalnya dimulai bersama klub Persikaba Blora pada Divisi II Nasional. Setahun kemudian, ia mengantar Persikaba promosi Divisi I Nasional.

BERTUALANG – Erick Ardiles merumput bersama Persingawi Ngawi. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Tahun 2010, Erick bergabung dengan Persingawi Ngawi pada Divisi II Nasional. Selanjutnya, pada 2011 bergabung dengan Persepam Pamekasan Divisi I Nasional dan berhasil meraih Juara III nasional. Pada 2012, ia berlabuh di Persipro Probolinggo. Memasuki tahun 2013, Erick memperkuat Persijap Jepara pada kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Dua tahun kemudian, tepatnya 2015, Erick memutuskan kembali bersama PSIR Rembang pada Divisi Utama. Bertahan setahun, tahun 2016, ia kembali berpetualang tanding dengan memperkuat skuad Persibas Banyumas pada Divisi Utama.

Titik hidupnya seakan berubah serius pada 2017, ketika baru setengah tahun bertanding untuk Persikama Kabupaten Magelang, ia memutuskan kembali ke kampung halaman dan mengabdi sebagai guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sambil menekuni ilmu kepelatihan sepakbola.

“Semua ini saya lakukan untuk berbakti kepada daerah saya,” ungkapnya.

Karier sebagai Pelatih

Sejak 2016, Erick dipercaya melatih dan menangani POPDA Rembang cabang sepakbola tingkat SMU/ SMK. Pada tahun yang sama, ia dipercaya mengurus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang sepakbola U-20. Pada 2016-2017, ia melatih Liga Santri.

Bukan hanya itu, Erick juga mempunyai lisensi pelatih futsal level I nasional di Pekalongan. Tak lupa, ia memberi tips belajar sepakbola.

“Suka dengan apa yang dipelajari mulai dari dini dan pelajari teknik-teknik dasar atau basic, terus giat berlatih secara rutin,” ucapnya.

Menurutnya, dunia sepakbola tidak boleh dicampurtangani kepentingan politik, karena bisa mengganggu jalannya perkembangan kemajuan sepakbola di Rembang.

“Untuk menjadi pemain sepakbola, bukan sebuah proses instan dan mendadak, tapi butuh penanaman nilai-nilai dan spirit juang,” pungkasnya, yakin.