Ahmad Fadholi, Membangun Desa dengan Bertani dan Beternak

SEJAHTERAKAN DESA – Ahmad Fadholi, Pendamping Lokal Desa yang berniat kuat membangun desa. (Foto: Dwi Hindarto)

Kaliori, REMBANGDAILY.COM ** Bali Ndeso Mbangun Deso. Ungkapan ini mudah diucapkan, tapi praktiknya, tak semudah membalik telapak tangan. Kurangnya pengetahuan dan kapasitas mengolah potensi desa menjadi penyebab utamanya. Namun tidak untuk Ahmad Fadholi, seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Kaliori.

Waktu kecil ia bercita-cita menjadi arsitek. Kedua orangtuanya hanya lulusan SD. Sang ibu, petani, sedangkan sang ayah, bekerja sebagai tukang batu dan kayu. Fadholi, demikian orang sekitar memanggilnya. Tinggal di Desa Babadan RT 01 RW 01 Kecamatan Kaliori ini dikenal sebagai pemuda yang aktif berkegiatan kemasyarakatan.

Saat kuliah, Fadholi memilih Jurusan Psikologi Pendidikan.

“Ilmu psikologi adalah ilmu yang unik, mempelajari setiap karakter individu; dan ilmu yang sangat kompleks, tidak pernah ada habisnya untuk dipelajari,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Ia kuliah sambil bekerja di Immanuel Study Center Semarang sebagai Staf Pengajar, pada 2008-2012. Fadholi pernah berkarier di SMK Triatma Jaya Semarang, juga sebagai Staf Pengajar, pada 2012-2014.

Sejak kuliah, Fadholi aktif di berbagai kegiatan, antara lain Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Persaudaraan Setia Hati Teratai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PSHT IKIP PGRI) Semarang, pada 2007-2011.

Prestasi yang pernah diraih saat kuliah adalah Juara II Pencak silat Seni ganda putra Dalam Djunaidi Cup se-Kota Semarang tahun 2010.

Bali Ndeso Mbangun Deso

Sekira enam tahun bekerja di Semarang, membuatnya rindu kampung halaman.

“Saya berkeinginan untuk Bali Ndeso Mbangun Deso dan memutuskan kembali ke desa yang membesarkan saya dengan mulai aktif dan berkontribusi sebagai Panitia Pemilihan Kepala Desa Babadan tahun 2016, Panitia Prona atau sertifikat tanah masmal tahun 2017 dan Karang taruna,” ungkap Fadholi.

Rentang waktu 2014-2017, Fadholi mengajar di SMK Nahdlatul Ulama Lasem. Ia pernah bekerja untuk Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Rembang sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kaliori dalam momentum Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Rembang 2015.

“Kepuasan tersendiri bisa ikut serta dalam menyukseskan Pilbup Rembang 2015. Banyak tantangannya. Kebetulan saya ditugaskan dalam Divisi Mutarlih. Harus benar-benar teliti dalam input data, agar warga yang memiliki hak pilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” kenangnya.

Kini, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dinpermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, ia diamanahi sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD). Fadholi bertugas melakukan pendampingan masyarakat desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pembangunan dan pemberdayaan desa serta kawasan perdesaan.

“Tentunya tugas ini selaras dengan cita-cita saya membangun desa. Dengan aktif di PLD, saya bisa melakukan checks and balances terhadap perkembangan desa,” terang Fadholi.

Ia pun berbagi pengalaman berharga serta suka dan duka selama menjadi PLD. Baginya, wawasan baru terus bertambah, terutama tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pembangungan Desa (RKPDes), Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes).

“Tambah banyak saudara, selain dengan rekan-rekan PLD Kabupaten, Pendamping Desa Kabupaten, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten dan Kecamatan, Perangkat Desa se-Kecamatan, juga PD, PLD, TA dari seluruh kabupaten se-Jawa Tengah,” ungkapnya.

Tak kalah penting, sambungnya, ia lebih banyak memiliki waktu luang untuk mengembangkan diri, karena jam kerja PLD yang relatif lebih pendek.

Bertani dan Beternak

Bersama aktivitasnya sebagai PLD, Fadholi memilih untuk berkebun dan beternak. Ternak sapi yang dikelolanya terus tumbuh dan berkembang.

“Bagi saya, dengan beternak dan berkebun di sawah, saya bisa memahami arti hidup. Kedua Orangtua saya berpesan, saat di sawahlah cerminan orang desa. Jadi, jangan kaget besok jika jadi orang sukses atau orang besar, atau jadi orang biasa. Dengan di sawah, diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi, sumber motivasi dalam beraktivitas,” ucapnya bijak

Tidak lupa, Fadholi berbagi moto dan pegangan hidupnya.

“Tuhan akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Jika kita bersyukur maka nikmat kita akan ditambah,” pesannya mantap.