Mbah Sarpin, Gigih Mengajar Ilmu Agama di Usia Senja

Mbah sarpin, saat berdiskusi santai dengan rembangdaily. (Foto: Dwi Hindarto)

Sumber, REMBANG DAILY.COM*** Sosoknya sederhana dan bersahaja. Di usianya yang menginjak 75 tahun, kakek kelahiran tahun 1942 ini dikenal sebagai tokoh agama yang gigih. Mbah Sarpin, orang-orang biasa memanggilnya. Ia tinggal di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Rembang.

Saat muda, Mbah Sarpin sempat menimba ilmu agama di daerah Kajen, Margoyoso, Pati. Pada tahun 1981 ia mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dua tahun kemudian mengajar di MTs N Sumber, Rembang dan sekarang tercatat menjadi pengajar di MTs Miftahul Ulum Krikilan.

Usai mengajar, Mbah Sarpin juga meluangkan waktunya mengisi kajian majelis taklim di kampungnya. Kegiatan majelis taklim dilakukan usai salat Jumat sampai waktu Ashar. Kemudian bakda Ashar dilanjutkan lagi dengan membahas berbagai disiplin ilmu agama, seperti fikih, tauhid, dan hadis. “Pesertanya kurang lebih 30 orang, bapak-bapak dan ibu-ibu,” kata Mbah Sarpin belum lama ini.

Meski usianya telah senja, tetapi semangat Mbah Sarpin masih berkobar. Usai mengajar, Mbah Sarpin mengisi waktunya dengan bercocok tanam.

Mbah Sarpin juga memberi wejangan khususnya kepada kaum muda untuk terus belajar ilmu agama. Sekolah tidak semata-mata mengejar prestasi akademik saja. “Anak sekarang perlu kembali ditekankan pada nilai-nilai religius, akhlakul karimah, tidak semata-mata prestasi akademik saja yang dikejar,” ucapnya.

Jika dihitung, maka sudah 36 tahun Mbah Sarpin mengabdikan dirinya untuk kepentingan umat dan pendidikan demi mencerdaskan anak bangsa. Ia bukan PNS, tetapi semangat pengabdiannya bisa menjadi sumber inspirasi.

Satu cita-cita Mbah Sarpin yang belum tercapai, yakni Kecamatan Sumber memiliki pondok pesantren seperti di daerah-daerah lain. Menurutnya, putra-putri asli Sumber sudah banyak yang hafiz Quran, sehingga butuh pondok pesantren untuk berdakwah dan mempelajari ilmu agama.