Penguatan UMKM Rembang, Hikmah Purnamawati: Peran Kampus Sangatlah Vital

PERAN KAMPUS - Anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, berharap, kampus dapat terus berkontribusi pada penguatan UMKM Rembang. (Foto: Arif Giyanto)
PERAN KAMPUS – Anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, berharap, kampus dapat terus berkontribusi pada penguatan UMKM Rembang. (Foto: Arif Giyanto)

Rembang, JOGJADAILY ** Untuk menguatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Rembang, peran perguruan tinggi sangatlah vital. Selain riset dan inovasi, kini kampus termasuk daya dukung kelas menengah yang representatif.

“Terutama kelas menengah di kampus dapat berkontribusi pada pengembangan dan penguatan UMKM Rembang. Mereka adalah kalangan terdidik yang sadar informasi, memiliki perangkat informasi, dan mampu mengolah informasi menjadi hal yang dibutuhkan publik,” ujar anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, kepada Rembang Daily, Selasa (13/10/2015), di kediamannya, Desa Tasikagung Kecamatan Rembang.

Menurutnya, perguruan tinggi secara sistem memiliki kapasitas pendukung yang mampu menjadi rujukan pasar. Produk UMKM yang telah lulus kualifikasi kampus, bisa jadi akan diminati publik. Kampus merupakan garansi kualitas produk, karena berbasis riset yang memadai.

“Kalau kampus oke, produk lebih mudah diterima pasar. Misalnya, apakah kualitas produk UMKM telah layak ekspor, apakah bahan baku produk UMKM ramah lingkungan, apakah secara kalkulasi bisnis dapat memberdayakan perekonomian daerah. Begitu seterusnya,” tutur alumnus SMA Negeri 2 Rembang tahun 1999 tersebut.

Ia berharap, beberapa kampus di Rembang dapat menginisiasi banyak hal, mulai ide bisnis, pendampingan, hingga turut berkontribusi pada promosi dan penjualan produk, meski tidak secara langsung.

“Pada skala tertentu, hanya kampus yang dapat menyarikan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi signifikan. Kecamatan tertentu atau desa tertentu kemudian menjadi berpengaruh dalam tingkat nasional, karena temuan kampus dan pendampingannya,” kata Hikmah.

Menilik potensi, sambungnya, UMKM Rembang dapat berkembang di mana pun, dan melalui sektor apa pun. Kreativitas warga dalam merespons peluang atau menciptakan pasar turut menentukan, apakah UMKM mampu berkompetisi serta mampu menjadi solusi alternatif perekonomian yang tengah lesu.

Pasar Domestik

Hikmah menerangkan, meski tidak menutup kemungkinan, pengembangan pasar hingga ekspor, pasar domestik sebenarnya sangat potensial. Pasar domestik yang dimaksud adalah transaksi sesama warga Rembang.

“Kita menanam, melaut, membuat, dan berkreasi. Tapi terkadang, kita menganggap, pasar luar lebih menjanjikan. Sementara kita lupa bahwa setiap hari, kita adalah konsumen setia bagi produk-produk asing dan luar daerah yang masuk ke Rembang dengan leluasa,” ucap Hikmah.

Baginya, pemenuhan kebutuhan warga Rembang berbasis UMKM dapat membangun keberdikarian lokal yang kokoh. Meski ia tak menyangkal, untuk membangunnya, butuh kerja keras dan kepercayaan tinggi sesama warga.

“Berhasil tidak itu Tuhan yang atur. Tapi bagi saya, pranata tetaplah penting. Jangan sejak dijajah, produk kelas satu kita selalu mengalir ke luar, sementara kita hanya ketiban produk kelas sisa. Bagaimana kita bisa membangun karakter daerah kita, kalau kita sebenarnya tak benar-benar tahu, seberapa besarkah potensi UMKM kita?” pungkasnya.

Peran STIE YPPI

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU), STIE YPPI Rembang melakukan pendampingan konseling kepada pengusaha lokal, tepatnya UMKM Berkah Rahayu di Kecamatan Pamotan. Usaha kecil ini telah bergelut dalam usaha emping jagung selama lima tahunan.

Penataan diawali dari manajemen pemasaran dan keuangan. Selanjutnya, mencari izin usaha dan izin layak konsumsi dari Dinas Kesehatan untuk menambah nilai kepercayaan bagi pembeli bahwa emping jagung adalah makanan yang sehat dikonsumsi.

Selain itu, pemberian logo, nama dalam kemasan, dengan menyertakan nomor telepon pemilik. Diharapkan konsumen mampu mengingat dan sewaktu-waktu bisa dihubungi kalau ada pemesanan. Pemberian spanduk sangat penting untuk menunjukkan tempat produksi emping jagung.

Dalam hal keuangan, konseling menitikberatkan pada penghapusan perilaku pengusaha yang selalu mengedepankan ingatan, sehingga pembukuan laporan keuangan dan data base pelanggan lengkap dengan alamat dan juga nomor telepon perlu diterapkan.

Diharapkan dengan penataan keuangan prosedural mampu menekan kebocoran pengeluaran keuangan secara pribadi yang biasa dilakukan pengusaha tradisional.