SMK Negeri 1 Gunem, Penggerak Seni Tradisional di Kawasan Pegunungan Gunem

HADRAH - Sejumlah siswa-siswi SMK Negeri 1 Gunem memainkan hadrah pada acara Pentas Seni dan Kreasi Anak PAUD-SMK, memperingati Kemerdekaan RI ke-70 Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, 17 Agustus 2015. (Foto: Sholikhul Abdul Hadi)
HADRAH – Sejumlah siswa-siswi SMK Negeri 1 Gunem memainkan hadrah pada acara Pentas Seni dan Kreasi Anak PAUD-SMK, memperingati Kemerdekaan RI ke-70 Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, 17 Agustus 2015. (Foto: Sholikhul Abdul Hadi)

Gunem, REMBANG DAILY ** Bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Gunem, seni lebih mudah mereka pelajari daripada mata pelajaran eksak dan keterampilan teknik yang seharusnya mereka kuasai di Sekolah Menengah Kejuruan. Ternyata, justru inilah keunggulan sekolah vokasi yang terletak di Desa Tegaldowo tersebut. Desa tempat Semen Indonesia akan membangun pabriknya.

“Saya berpikir bahwa jika saya paksakan siswa saya untuk mengikuti metode pembelajaran yang banyak diterapkan di SMK lain maka mereka tidak akan mampu. Karena, SDM di sini masih cukup rendah,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Roziqin, kepada Rembang Daily, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan dari pihak Tata Usaha sekolah, beberapa siswa memilih keluar dari sekolah karena merasa tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik . Mereka rata-rata keluar di saat tahun pertama masa sekolah.

“Melihat fakta semacam itu, langkah yang diambil oleh pihak sekolah adalah dengan membuka ekstra-kurikuler yang dapat menyokong keterampilan mereka di luar kemampuan tekniknya dan dapat membuat mereka nyaman berada di sekolah,” tutur Roziqin.

Menurutnya, SMK Negeri 1 Gunem kemudian difokuskan pada pembimbingan seni lewat ekstra-kurikuler tersebut. Apabila banyak SMK yang meningkatkan kualitas siswa dengan kemampuan-kemampuan teknisnya maka SMK Negeri 1 gunem tidak termasuk salah satunya. Roziqin menandaskan, SMK Negeri 1 Gunem memperkokoh diri dalam melakukan pembimbingan seni, baik tradisional atau pun modern.

“Satu-satunya bakat yang tidak dapat tersaingi masyarakat Tegaldowo dan sekitarnya adalah seni. Maka dengan memperkuat dan meningkatkan keterampilan seni generasi penerus mereka, kami berharap dapat membuat mereka tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri saat banyak pendatang ke sini ketika pabrik semen berdiri,” ucap Roziqin.

Dalam perkembangannya, Tegaldowo tentu akan menjadi kawasan industri yang ramai oleh para pendatang dari luar. Mereka tidak lain adalah para pekerja semen yang merupakan kaum terpelajar dari perkotaan.

“Pendidikan seni SMK Negeri 1 Gunem sangat diharapkan mampu memberikan bekal kepada siswa yang tidak lain adalah penduduk asli Desa Tegaldowo dan sekitarnya agar tidak tersisihkan oleh kaum pendatang,” harapnya.

Prestasi

Roziqin berkisah, pada awalnya, beberapa kali SMK Negeri 1 Gunem menang dalam pertunjukan seni acara pramuka. Dari sana ia tahu bahwa minat siswa terhadap seni cukup besar, sehingga perlu difasilitasi.

“Besar harapan kami dengan memberikan mereka wadah untuk mengembangkan keterampilan seni, mereka tidak lagi putus sekolah dengan alasan tidak nyaman di sekolah atau tidak paham pelajarannya,” kata guru asli Gunem tersebut.

Telah banyak pertunjukan yang dihadiri siswa SMK Negeri 1 Gunem, di antaranya pertunjukan teater setelah upacara 17 Agustus dan acara-acara pengajian yang diadakan di desa-desa sekitarnya.

Ia mengaku, belum banyak seni yang diajarkan dalam ekstra-kurikuler, tetapi para siswa telah mengoptimalkan peran dengan beberapa kali tampil di masyarakat. Pengembangan seni SMK Negeri 1 Gunem juga mendapatkan sambutan cukup baik dari masyarakat, bahkan sebagian dari mereka dengan senang hati mengundang SMK Negeri 1 Gunem untuk mengisi acara.

“Kami berharap, SMK Negeri 1 Gunem menjadi penggerak seni tradisional maupun modern di Kawasan Pegunungan Gunem,” pungkasnya.