Selamatkan Generasi Muda, SMK Negeri 1 Gunem Adakan Sosialisasi Keselamatan Berkendara

TEKAN LAKALANTAS - Sosialisasi Keselamatan Berkendara SMK Negeri 1 Gunem. (Foto: Sholikhul AH)
TEKAN LAKALANTAS – Sosialisasi Keselamatan Berkendara SMK Negeri 1 Gunem. (Foto: Sholikhul Abdul Hadi)

Gunem, REMBANG DAILY ** Sosialisasi keselamatan berkendara menjadi perhatian khusus anggota Pramuka SMK Negeri 1 Gunem. Setidaknya, siswa SMK Negeri 1 Gunem yang mayoritas berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor menjadi sadar akan keselamatan berkendara.

“Diharapkan anggota Pramuka menjadi pelopor keselamatan berkendara di jalan. Walaupun lokasi sekolah jauh dari jalan raya yang disesaki kendaraan, etika berkendara mutlak diperlukan guna menghindari terjadinya kecelakaan,” ujar Pembina Pramuka SMK Negeri 1 Gunem, Roziqin, kepada Rembang Daily, Sabtu (26/9/2015), di Tegaldowo, Gunem.

Menurutnya, peran anggota Pramuka sangat diperlukan. Sebab, mereka adalah generasi muda yang masih produktif.

“Jangan sampai mimpi dan cita-cita mereka kandas akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Roziqin.

Sosialisasi keselamatan berkendara yang diselenggarakan SMK Negeri 1 Gunem menekankan pada pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan cara berkendara yang baik di jalan. Di antara kegiatan yang diselenggarakan, siswa diminta berkendara sebagaimana tes berkendara dalam tes SIM.

Sosialisasi rambu-rambu lalu lintas dilakukan dengan memberikan penjelasan tiap rambu-rambu yang ada serta manfaat adanya rambu-rambu tersebut.

“Penekanan pada pengenalan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa kesadaran dalam keselamatan berkendara siswa SMK Negeri 1 Gunem,” tutur Roziqin.

Angka Kecelakaan Tinggi

Data yang dirilis Satlantas Polres Rembang menunjukkan masih tingginya jumlah kecelakaan di Kota Garam. Pada pertengahan 2015, terdata sebanyak 139 kasus, di mana korban meninggal mencapai 34 orang, luka berat 5 orang, dan luka ringan 167 orang. Adapun untuk kerugian material atas Lakalantas kurun waktu tersebut tercatat sejumlah Rp168,45 miliar.

Tingginya angka kecelakaan di rembang tidak lain disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran masyarakat atas keselamatan berkendara. Menjadi tugas masyarakat Rembang untuk meningkatkan kesadaran tersebut guna mengurangi jumlah kecelakaan di Rembang.

Dengan demikian, perlu diadakan sosialisasi masif di segala sisi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.