Pengembangan Potensi Desa, Hasil Evaluasi 10 Program PKK Kabupaten Rembang

KEMBANGKAN DESA - Evaluasi 10 Program PKK oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang di Kecamatan Gunem, Kamis (3/9/2015). Desa menjadi prioritas utama. (Foto: Pemkab Rembang)
KEMBANGKAN DESA – Evaluasi 10 Program PKK oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang di Kecamatan Gunem, Kamis (3/9/2015). Desa menjadi prioritas utama. (Foto: Pemkab Rembang)

Gunem, REMBANG DAILY ** Hasil Evaluasi 10 Program PKK oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang merekomendasikan pentingnya pengembangan potensi desa dan mengaktifkan keberadaan Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD).

“Keberadaan KPAD di Kecamatan Gunem yang sudah baik ini diharapkan bisa dijadikan contoh di desa-desa lain,” ujar Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Ny Kholis RS Mardiono, Kamis (3/9/2015) di Kecamatan Gunem, dirilis Pemkab Rembang.

Khusus kepada Tim Penggerak PKK Desa, sambungnya, agar aktif dalam perencanaan pembangunan di desa dengan usulan-usulan kegiatan berupa program nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Evaluasi dilakukan selama sepekan di kecamatan dan desa/kelurahan binaan PKK Tahun 2015 se-Kabupaten Rembang.

Usai Evaluasi Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kecamatan Gunem, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Kedungringin Kecamatan Sedan.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan Tim Penggerak PKK Desa Kedungringin Kecamatan Sedan, Kelompok PKK RW, RT, dan dasawisma PKK. Selain itu, rombongan mengunjungi pameran hasil bumi dan kerajinan desa, seperti aneka sayur mayur, buah-buahan, produksi kerajinan sapu ijuk, dan sebagainya .

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan di desa ini,” tuturnya optimistis.

Program Kemandirian Perempuan

Presiden Joko Widodo mengamanatkan kepada PKK agar mampu mengambil peran dalam peningkatan kesejahteraan perempuan. Salah satunya, mewujudkan kemandirian perempuan.

Upaya Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang untuk mewujudkan kemandirian perempuan adalah dengan mengadakan pelatihan pemilahan sampah organik dan non-organik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, sementara sampah non-organik diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi, seperti tas dan tempat tisu.

Salah satu hambatan yang diperkirakan dihadapi PKK dalam pemberdayaan perempuan adalah mindset dan ilmu ibu-ibu yang ada di desa yang jelas berbeda dengan para ibu di Provinsi. Ketergantungan ibu-ibu desa terhadap suami masih melekat.

Kontribusi dan dedikasi ibu-ibu PKK dalam membantu pemerintah menyukseskan pembangunan sangatlah besar. Meski tidak ada gaji, semangat kerjanya luar biasa. PKK dapat berperan aktif sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, dan sekaligus penggerak pembangunan.