Hikmah Purnamawati: UMKM Dapat Menjadi Tulang Punggung Perekonomian Rembang

UMKM- Anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, Kamis (3/9/2015), di kediamannya, Desa Tasikagung Kecamatan Rembang. Hikmah optimis, UMKM Kabupaten Rembang dapat eksis. (Foto: Arif Giyanto)
PRO-UMKM – Anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, Kamis (3/9/2015), di kediamannya, Desa Tasikagung Kecamatan Rembang. Hikmah optimis, UMKM Kabupaten Rembang dapat eksis. (Foto: Arif Giyanto)

Rembang, REMBANG DAILY ** Situasi perekonomian nasional yang tidak stabil berpengaruh pada perekonomian daerah. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Rembang, di tengah ketidakpastian perekonomian.

“Asalkan bahan baku produksinya tidak impor, atau bisa digantikan, UMKM dapat berperan besar pada perekonomian Kabupaten Rembang. Bila diinventarisasi lebih detail, lantas di-maintain dengan manajemen yang concern, UMKM Rembang sangatlah potensial,” ujar anggota DPRD Rembang Komisi B (Perekonomian), Hikmah Purnamawati, kepada Rembang Daily, Kamis (3/9/2015), di kediamannya, Desa Tasikagung Kecamatan Rembang.

Hikmah menjelaskan, tumbuh-pesatnya ekonomi kreatif turut berperan dalam membuka peluang bagi UMKM untuk dapat berkompetisi dan melakukan inovasi produk dan market. Partisipasi kalangan menengah untuk turut berbisnis membangun dinamika baru perekonomian daerah.

“Internet memang luar biasa perannya. Manajemen dan marketing online mendorong lahirnya bisnis baru yang melibatkan semua kalangan. Bayangkan, siapa pun kini dapat menawarkan produknya, hanya bermodal smartphone,” tuturnya.

Sebagian masyarakat, sambung Hikmah, memang masih belum memanfaatkan internet untuk berbisnis. Selain karena infrastruktur yang masih perlu dibenahi, skill dan preferensi juga menjadi sebab lain.

“Tapi minimal, bila diamati dari aktivitas Facebook saja, misalnya, semangat warga Rembang untuk berurun rembuk sangatlah tinggi. Hal tersebut adalah potensi awal untuk menyeru bersama-sama, mengembangkan sektor usaha rakyat,” ucap anggota Fraksi Demokrat ini.

Produk UMKM Rembang, lanjutnya, ada yang telah mendunia, seperti Batik Lasem, dan ada yang masih potensial, seperti kuliner dan sumberdaya alam. Keberhasilan Batik Lasem bertahan dari generasi ke generasi menjadi rujukan penting setiap pebisnis baru Rembang yang lahir.

“Mari belajar pada pengusaha Batik Lasem. Sekian waktu mereka bertahan, meski situasi nasional gonjang-ganjing. Ketekunan dan kerja keras mereka selayaknya ditiru dan dipelajari generasi muda. Ia menjadi bukti ketangguhan sektor ekonomi rakyat untuk menjadi tulang punggung daerah,” kata Hikmah.

Jatidiri Rembang

Hikmah menambahkan, untuk membangun inisiasi bisnis di tingkat UMKM, pemahaman akan jatidiri Rembang sangatlah penting. Fakta tentang sejarah Rembang yang sarat kemuliaan. Generasi muda Rembang harus yakin pada kemampuannya, karena memang lahir dari masyarakat pekerja keras dan berilmu.

“Sejarah Rembang dipenuhi tingginya budi para pendahulu dan kerja keras generasi sebelum kita. Sayangnya, banyak dari kita yang masih merasa rendah diri di depan daerah lain. Oleh karena itu, penting kiranya, mempelajari kembali, sejarah Rembang,” tegasnya.

Ia berharap, dengan pemahaman akan jatidiri Rembang yang memiliki sejarah besar RA Kartini, pondok-pondok pesantren tua, dan masyarakat multikultur, warga Rembang semakin optimis melahirkan karya untuk masa depan yang lebih baik, termasuk UMKM.