Kejuaraan Wushu Sanda Jawa Tengah, Empat Atlet Rembang Sabet Medali

JUARA - Atlet wushu Rembang menerima penghargaan pada Kejuaraan Provinsi Wushu Sanda Jawa Tengah di Lapangan Tenis Indoor Jatidiri Semarang, 29-31 Mei 2015. (Foto: Syaifudin Nurul Huda)
JUARA – Atlet wushu Rembang menerima penghargaan pada Kejuaraan Provinsi Wushu Sanda Jawa Tengah di Lapangan Tenis Indoor Jatidiri Semarang, 29-31 Mei 2015. (Foto: Syaifudin Nurul Huda)

Semarang, REMBANG DAILY ** Latihan keras atlet wushu Kabupaten Rembang berbuah hasil cukup memuaskan. Pada Kejuaraan Provinsi Wushu Sanda Jawa Tengah yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Jatidiri Semarang, 29-31 Mei 2015.

“Dari lima atlet yang dikirim, empat di antaranya berhasil membawa pulang medali. Nur Aziz Eko Saputra asal Pamotan berhasil meraih medali emas di kelas 52 kg yunior putra. Lisa Prehantini S. asal Sulang meraih medali perak di kelas 45 kg yunior putri. Amri Yahya asal Sulang meraih medali perunggu di kelas 60 kg yunior putra,” ujar pelatih wushu Rembang, Syamsul Huda, kepada Rembang Daily, beberapa waktu lalu.

Sang pelatih yang berasal dari Pancur tersebut ikut bertanding di kelas 48 kg senior putra dan berhasil meraih medali perak.

Event ini diikuti 34 tim dari sasana wushu atau pengkab/pengkot Wushu Indonesia (WI) di Jawa Tengah. Kejuaraan diikuti 178 atlet dan mempertandingkan tiga kelompok, yakni pra-yunior, yunior, dan senior. Khusus untuk senior, kejurprov sekaligus dijadikan sebagai promosi-degradasi atlet menghadapi babak kualifikasi PON XIX di Bandung, September nanti.

“Meski saya gagal mewujudkan impian untuk mewakili Jawa Tengah pada kejurnas PON XIX/2016 Jabar, namun saya cukup puas dengan hasil yang didapat anak didik saya. Nur Aziz akan berlanjut ke POPNAS (Pekan Olahraga Nasional) mewakili Jateng. Hal itu menjadi motivasi semua atlet wushu Rembang untuk berlatih lebih giat lagi guna menghadapi kejuaraan-kejuaraan di tahun berikutnya,” terang Sang Pelatih.

Dukungan Pemkab Rembang

Ia mengatakan, hanya latihan keras selama dua minggu banyak medali diraih. Apalagi kalau latihannya lebih lama dengan fasilitas memadai.

“Kami perlu dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Selama ini dukungan hanya berbentuk pembiayaan akomodasi dan transportasi ketika ada pertandingan. Ke depan diharapkan Pemkab Rembang mendukung penuh, mulai dari proses pelatihan hingga akhirpertandingan,” harap Syamsul.

Ia juga sangat optimis, Rembang akan melahirkan atlet-atlet wushu bermental juara.