Bendung Perjudian dan Pornografi, KPID Jawa Tengah Gelar Literasi Media di Rembang

MELEK MEDIA - Literasi Media di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Rembang, Kamis (30/4/2015), di Lantai IV Kantor Bupati Rembang. (Foto: Humas Pemkab Rembang)
MELEK MEDIA – Literasi Media di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Rembang, Kamis (30/4/2015), di Lantai IV Kantor Bupati Rembang. (Foto: Humas Pemkab Rembang)

Rembang, REMBANG DAILY ** Banyaknya ragam siaran televisi maupun radio membuat masyarakat secara sadar atau tidak sadar terpengaruh menjadi konsumtif. Selain itu, muncul pula dampak negatif lain. Oleh karena itu, literasi media sangat diperlukan, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Literasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media, termasuk anak-anak, menjadi sadar (melek) tentang cara media dibuat dan diakses,” ujar Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana.

Dirilis Humas Pemkab Rembang, Setiawan membuka kegiatan Literasi Media di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Rembang, Kamis (30/4/2015), di Lantai IV Kantor Bupati Rembang. Kegiatan terselenggara berkat kerja sama KPID Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Perhubungan Komunuikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Kabupaten Rembang.

Diharapkan, pelajar dan mahasiswa mampu dan mau menjadi agen literasi media yang paham akan dampak penyiaran program media.

“Selain itu, pelajar dan mahasiswa menjadi pemirsa yang kritis, selektif, dan dapat memilah-milah acara, baik televisi maupun radio yang layak untuk ditonton atau pun didengarkan. Tujuan lain dari kegiatan literasi media adalah pelajar dan mahasiswa paham akan isi dari siaran media tersebut,” terang Setiawan.

Pengawasan
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunuikasi dan Informasi Kabupaten Rembang, Suyono, menyebutkan, tidak hanya siaran televisi maupun radio, teknologi informasi yang berkembang saat ini membuat hampir tidak ada batasan antara budaya barat dan Indonesia.

“Di Amerika, perjudian dan pornografi adalah legal, namun tidak dengan budaya Indonesia. Oleh sebab itu, jika adik-adik mengakses media internet dan menemukan isi yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dapat melaporkan ke Dinhubkominfo,” tegas Suyono.

Menurutnya, saat ini, Dinhubkominfo Rembang telah berusaha mengawasi hal-hal tersebut.
Kegiatan literasi media dipandu Abdullah Chafid dari Dinhubkominfo Kabupaten Rembang, menampilkan beberapa narasumber, yakni Mulyo Hadi Purnomo (KPID Provinsi Jateng), Muhammad Rafiudin (AJI), dan Achmad Sholchan (Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang).