Antisipasi Kepadatan, Traffic Light Pertigaan Koramil Pamotan Segera Dipasang

BANGJO - Kepadatan arus kendaraan di sekitar pertigaan Koramil Pamotan membutuhkan traffic light. (Foto: Pemkab Rembang)
BANGJO – Kepadatan arus kendaraan di sekitar pertigaan Koramil Pamotan membutuhkan traffic light. (Foto: Pemkab Rembang)

Pamotan, REMBANG DAILY ** Kepadatan arus kendaraan di sekitar pertigaan Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Pamotan menjadi faktor utama pentingnya traffic light atau biasa disebut lampu ‘bangjo’.

Rencananya, tahun ini, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Kabupaten Rembang akan memasang traffic light di pertigaan tersebut.

“Sejauh ini, rencana pengadaan traffic light sudah dalam tahap pelelangan, sehingga waktu pemasangan belum bisa memastikan. Nunggu pelelangan selesai dulu. Yang pasti, tahun ini pasti dipasang,” ujar Kepala Dinhubkominfo Rembang, Suyono, dirilis Pemkab Rembang.

Ia mengatakan, keberadaaan traffic light di pertigaan Koramil Pamotan memang sangat diperlukan. Karena, selain kepadatan lalu lintas juga mengingat kondisi jalan dari arah barat ke selatan yang menikung dan menanjak serta ada jembatan. Pengendara dari arah barat tidak dapat melihat kendaraan lain yang sedang melaju dari arah selatan.

Selain pertigaan Koramil Pamotan, rencana pengadaan traffic light juga dilaksanakan di pertigaan Pasar Sarang dan salah satu perempatan di Kecamatan kota.

“Dan jika memungkinkan, pada anggaran perubahan, Dinhubkominfo Rembang juga memasang traffic light di pertigaan Pandangan Kragan,” pungkasnya.

Menanggapi rencana tersebut, salah satu warga Desa Samaran, Indiarti, sangat mendukung. Pasalnya, selama ini, kendaraan dari arah selatan, barat, dan utara cukup padat, apalagi pada pagi hari.

“Belum lagi, beberapa orang tidak sabaran. Ya akhirnya terlihat amburadul. Jadi, rencana dipasang lampu bangjo bagus dan biar tertib,” ucap Indiarti.

Tata Kota Pamotan

Pamotan boleh disebut sebagai Simpul Emas Segi Empat Rembang karena menghubungkan empat titik daerah strategis, yakni Rembang, Lasem, Gunem, dan Sedan. Potensi ini tentunya sebuah kelebihan karena akan banyak aktivitas masyarakat yang terhubung dari Pamotan.

Saat ini Pamotan baru mulai terlihat arah peta potensinya, terbukti mulai adanya gairah masyarakat yang membangun image peta daerah. Misal, daerah timur merupakan kompleks industri, daerah tengah sebagai pusat kota, daerah barat sebagai wilayah pertanian, wilayah utara sebagai kompleks perumahan.

Perkembangan ini tentunya harus dikawal serius untuk mendapatkan format tata kota yang tepat, baik, dan sesuai dengan potensi. Daerah tengah Pamotan, yakni pusat kota, tentunya harus bisa mewakili wajah kota, sehingga fungsi pusat Kota Pamotan dapat berjalan dengan sebenarnya. Pusat kota selalu memiliki beberapa hal yang mampu mewakili pusat kota.