Sumbreng, Wisata Air Potensial Milik Pamotan

WADUK ALAMI - Empat bocah tengah bersantai menikmati suasana waduk alami Sumbreng, Pamotan. (Foto: M. Zaky WA)
WADUK ALAMI – Empat bocah tengah bersantai menikmati suasana waduk alami Sumbreng, Pamotan. (Foto: M. Zaky WA)

Pamotan, REMBANG DAILY ** Apabila Anda hendak menuju arah barat laut Pamotan, atau ke arah Gunem), Anda akan berjumpa sebuah waduk kecil yang sejak lama telah ada. Orang Pamotan menamakannya ‘Sumbreng’. Entah diambil dari mana istilah terebut

Biasanya penamaan terkait dengan karakter orang Jawa yang suka memberikan nama kepada sesuatu berupa sebuah akronim. Kemungkinan, Sumbreng diambil dari dua kata, sum dan breng. Sum adalah akronim dari sumber atau dalam hal ini sumber air. Sedangkan breng diambil dari akronim bareng rendeng, atau dalam Bahasa Indonesianya, bersamaan dengan waktu hujan.

Karena memang Sumbreng menjadi sumber air ketika hujan datang. Pasalnya, wilayah Sumbreng termasuk wilayah yang jauh dari daerah air. Sekitar Sumbreng adalah pertanian bertanah kering, berupa daerah perkebunan palawija, pohon jati, dan pembuatan batu bata.

Sumbreng sejak dulu digunakan sebagai pengairan bagi lahan-lahan pertanian sekitarnya. Tidak hanya itu, Sumbreng dahulu juga digunakan sebagai tempat mandi warga sekitar, bahkan sebagai tempat untuk memandikan hewan ternak (ngguyang).

Setelah adanya pembaruan dan pengedukan lebih dalam, Sumbreng sekarang menjadi tempat yang mengasyikkan untuk memancing ikan. Banyak orang di waktu senggang atau ketika liburan datang ke Sumbreng untuk sekadar refreshing dengan memancing. Tak jarang, pada waktu sore, ada beberapa orang yang datang, menikmati suasana alam di Sumbreng.

Sumbreng memiliki potensi yang dapat mendukung perekonomian. Sumbreng dapat diolah menjadi tempat pengembangan perikanan. Dengan pembenahan cukup, Sumbreng bisa diisi karamba ikan, karena genangan airnya bisa dijadikan pemasok air yang cukup.

Keramba akan melahirkan pengusaha-pengusaha ikan Pamotan hingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar. Kebutuhan ikan, baik untuk warungan maupun kebutuhan rumah tangga, masih didatangkan dari tempat lain. Sebuah peluang besar pasar ikan dari aktivitas karamba ikan Sumbreng.

Selain sebagai tempat wisata atau refreshing, Sumbreng bisa dikomersialkan sebagai tempat pemancingan umum yang dikelola. Pemancingan dapat melahirkan suasana hiburan, penambah wisata.

Sumbreng dapat dijadikan tempat hiburan lain, seperti tempat latihan dayung kecil atau mainan mengapung untuk anak-anak.

Kuliner Apung

Sumbreng potensial pula dijadikan tempat kuliner mengapung, seperti Waduk Jatiluhur, Kampung Rawa Ambarawa, Rowo Jombor, yang berkonsep kuliner mengapung di rawa. Akses menuju Sumbreng dapat dijangkau mudah, karena bersinggungan langsung dengan Jalan Raya Pamotan-Gunem.

Bila pun tidak dikelola profesional, secara alami Sumbreng tetap juga menarik dan bermanfaat. Berkunjunglah ke Sumbreng. Banyak anak bermain sukacita di sana. Mereka mencari keong untuk dibakar dan disate. Mereka hidup guyub dan senang dalam kebersamaan, menikmati masa usia sesuai fitrah alam.