Saling Percaya, Modal Utama Pembangunan Desa di Kabupaten Rembang

PERAN DESA - Kaur Pembangunan Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, Junepi. (Foto: Arif Giyanto)
PERAN DESA – Kaur Pembangunan Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, Junepi. (Foto: Arif Giyanto)

Gunem, REMBANG DAILY ** Apabila antar-lembaga dan antar-masyarakat saling percaya, pembangunan desa-desa di Kabupaten Rembang akan berbuah kemaslahatan besar. Karena, saling percaya dapat menjadi modal utama menjalankan program-program pembangunan yang ada.

“Masa depan Rembang sangat bertumpu pada kemandirian desa dalam memberdayakan potensi yang dimiliki. Desa berperanan penting, karena langsung bersinggungan dengan usaha hulu dan hilir warga. Apabila tidak saling percaya, kecenderungan untuk saling menyalahkan akan sangat tinggi,” ujar Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Junepi, kepada Rembang Daily, Jumat (11/5/2015).

Ia menjelaskan, potensi Desa Sidomulyo sangatlah besar, mulai dari hasil pertanian hingga jasa. Ditunjang dengan tingkat pendidikan yang mulai membaik, Junepi optimis, warga Sidomulyo akan dapat berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Rembang.

“Apalagi sekarang kan zaman informasi. Pertukaran informasi sudah sedemikian cepat. Desa memungkinkan untuk berinovasi, dengan mengandalkan internet. Semisal mau beternak, banyak sekali video tentang cara beternak yang produktif. Pun dengan bertani atau seni kerajinan,” terangnya.

Junepi menekankan pentingnya partisipasi kampus dalam pembangunan desa. Ia berharap, baik kampus lokal maupun kampus besar di Jawa Tengah atau provinsi lain dapat melakukan program pemberdayaan di desa.

“Dahulu, ada Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rasanya, masyarakat dan kampus jadi merasa saling memiliki. Ada hubungan baik yang terus dijaga dengan program KKN. Sayangnya, sekarang program itu tidak ada lagi. Desa Sidomulyo lama tidak bersinggungan dengan program kampus besar. Padahal, kami sangat membutuhkannya. Terutama, mahasiswa peternakan dan pertanian,” terang Junepi.

Pemberdayaan

Sebagian warga Sidomulyo merantau ke kota besar, karena banyak faktor. Situasi ini dapat menjadi peluang dan potensi pembangunan desa. Warga perantau dapat menjadi penghubung bisnis atau pemberi informasi penting.

“Warga banyak juga yang merantau, terutama Jakarta. Peran mereka sangat penting bagi pembangunan desa. Semisal bisa ditata dengan baik, hal itu memungkinkan banyak sekali dilakukan pengembangan kualitas produk desa,” ungkap Junepi.

Pemberdayaan warga desa, sambungnya, adalah prioritas. Karena dengan banyaknya program ekonomi di tingkat warga, kesejahteraan akan tumbuh dan meningkat. Pemberdayaan dapat dilakukan maksimal bila ada sinergisitas antara warga yang tinggal di desa dan para perantau yang memiliki hubungan bisnis dengan desa.

“Misalnya saja budidaya ikan tawar atau peternakan kambing dan sapi. Kalau ada pembeli yang tiap saat bertransaksi dengan produk Desa Sidomulyo, perekonomian kami akan membaik. Sifatnya pun tidak sementara, tapi dapat terus berkelanjutan. Selain peran warga perantau, para mahasiswa, pemerintah juga memiliki peranan penting,” pungkas Junepi.