Perkuat Industri Lokal, Rembang Butuh Dukungan Perguruan Tinggi

INDUSTRI LOKAL - Praktisi pemberdayaan ekonomi lokal, Sulistyono. Ia berharap, kampus dapat mendukung pengembangan industri lokal Rembang. (Foto: Arif Giyanto)
INDUSTRI LOKAL – Praktisi pemberdayaan ekonomi lokal, Sulistyono. Ia berharap, kampus dapat mendukung pengembangan industri lokal Rembang. (Foto: Arif Giyanto)

Pamotan, REMBANG DAILY ** Untuk memperkuat industri lokal, Kabupaten Rembang membutuhkan dukungan perguruan tinggi. Bukan hanya inovasi, kampus berperan penting menginisiasi kesempatan kerja untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

“Dalam Program Penanggulangan Kemiskinan, pemerintah biasanya memberikan bantuan sosial rumah tangga, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja dan penghasilan. Pada konteks industri lokal, kampus ditunggu partisipasinya dengan bekerja bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar praktisi pemberdayaan ekonomi lokal, Sulistyono, kepada Rembang Daily, Selasa (14/4/2015).

Ia menjelaskan, diperlukan upaya pembangkitan bakat dan minat kewirausahaan secara luas. Di samping itu, dalam realitas bisnis kekinian terjadi kompetisi sengit di antara para usahawan. Kompetisi memiliki kecenderungan yang terus meningkat, sehingga para usahawan dituntut memiliki kemampuan yang cukup di dunia usaha agar dapat terus bertahan.

“Lulusan perguruan tinggi yang diharapkan sebagai pelopor pembangunan hendaknya memiliki semangat kewirausahaan kuat dan mampu mengubah mindset mereka agar tidak berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan,” terang alumnus STIE YPPI Rembang tersebut.

Menurutnya, kampus dapat memberikan kesempatan pada mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha, melalui proses pelatihan dan magang. Pengusaha atau calon pengusaha yang terseleksi dapat dibina dalam tempat khusus, mendapatkan pelatihan teknis, disediakan informasi, bahkan diasistensi dalam pemasaran dan manajemen.

“Industri lokal emping jagung, misalnya. Selain itu, industri penunjang wisata dapat pula dikreasi di area Wisata Bleduk Pabrik Watu, Wisata Sumber Semen , Wisata Karangjahe, Pantai Caruban, Hutan Mangrove, atau yang lain,” jelas Yoyon, begitu ia akrab disapa.

Industri Lokal Berbasis Desa

Sulistyono menuturkan, kemandirian daerah dengan penguatan industri lokal harus bersinergi dengan Pemerintah Desa. Karena, di sanalah secara nyata potensi daerah berada.

“Besaran-besaran ekonomi terkadang tidak menjelaskan kenyataan yang terjadi di tingkat bawah. Pemerintah Desa memiliki kewenangan dan kompetensi dalam menyajikan akurasi data berikut solusi pemberdayaan masyarakat melalui dukungan pada industri lokal,” ucapnya.

Pemerintah Desa menjadi semakin kuat posisinya, sambung Yoyon, dengan kelahiran Undang-Undang Desa yang memberi ruang pengelolaan desa lebih besar.

“Bayangkan, desa kemudian diberi kesempatan untuk mengelola dana besar, sementara kampus dan Pemkab menjadi partner yang baik. Bukan tidak mungkin, industri lokal kemudian berkembang signifikan, dan warga Rembang semakin sejahtera,” pungkasnya.