Pengelolaan Sampah, Unggulan PKK Kabupaten Rembang Wujudkan Kemandirian Perempuan

BANK SAMPAH – Kini bank sampah dapat menjadi strategi jitu peningkatan kesejahteraan, terutama pemberdayaan perempuan. (Foto: BBC)
BANK SAMPAH – Kini bank sampah dapat menjadi strategi jitu peningkatan kesejahteraan, terutama pemberdayaan perempuan. (Foto: BBC)

Rembang, REMBANG DAILY ** Salah satu upaya Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang untuk mewujudkan kemandirian perempuan adalah dengan mengadakan pelatihan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, sementara sampah non-organik diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi, seperti tas dan tempat tisu.

“Dari pelatihan penambahan skill seperti itu, diharapkan ibu-ibu bisa menambah penghasilan bagi keluarga. Muaranya adalah kemandirian perempuan dan kesejahteraan perempuan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Rembang, Hasiroh Hafidz, usai memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke 43 di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Kamis (26/3/2015).

Hasiroh mengungkapkan, Presiden Jokowi mengamanatkan kepada PKK agar mengambil peran dalam peningkatan kesejahteraan perempuan. Salah satunya, mewujudkan kemandirian perempuan.

“Dalam program kerja Presiden Jokowi itu, kita dipusatkan untuk kesejahteraan perempuannya. Jadi, semua kegiatan besok terarah untuk pemberdayaan perempuannya,” katanya.

Menurut Hasiroh, Salah satu hambatan yang diperkirakan dihadapi PKK dalam pemberdayaan perempuan adalah mindset dan ilmu ibu-ibu yang ada di desa.

“Mereka jelas berbeda dengan ibu-ibu yang ada di Provinsi. Ketergantungan (ibu-ibu desa) terhadap suami masih melekat,” ungkap Hasiroh.

Meski demikian, ia yakin, dengan semangat dan kekompakan para kader di Rembang, hambatan tersebut bisa teratasi. Pihaknya optimis bisa membantu pemerintah, menjadikan masyarakat maju, mandiri, dan sejahtera.

Penggerak Pembangunan

Sementara itu, Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengaku, kontribusi dan dedikasi ibu-ibu PKK dalam membantu pemerintah menyukseskan pembangunan sangatlah besar.

“Tidak ada gaji, tapi semangat kerjanya luar biasa. Banyak program pemerintah yang memang tujuannya untuk menyejahterakan keluarga dan masyarakat. Banyak kesempatan yang bisa diambil dan dimanfaatkan oleh PKK,” kata Hafidz.

Ia berharap, PKK terlibat dalam pembangunan dan bisa mengikuti program yang dibuat oleh pemerintah.

“Saya juga meminta peran aktif PKK sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, dan sekaligus penggerak pembangunan,” ucapnya.