Kasus Pabrik Semen Rembang, UGM: Peningkatan Produksi Semen Tidak Mendesak Dilakukan

PENEGASAN - Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna, saat memberi keterangan seputar kasus pabrik semen Rembang, Rabu (15/4/2015), di UGM. (Foto: Humas UGM)
PENEGASAN – Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna, saat memberi keterangan seputar kasus pabrik semen Rembang, Rabu (15/4/2015), di UGM. (Foto: Humas UGM)

Jogja, REMBANG DAILY ** Tim kajian independen yang dibentuk Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai respons atas aduan masyarakat Rembang tentang kasus rencana pembangunan pabrik semen di wilayahnya telah membuahkan hasil.

“Tim ini memberikan kajian tentang pengalihan fungsi sumberdaya publik untuk kepentingan industri serta melakukan kajian atas kesaksian dosen UGM dalam persidangan kasus itu,” ujar Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna, Rabu (15/4/2015).

Menurut Paripurna, tim terdiri dari pakar dan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dan diketuai Pujo Semedi.

Pada saat ini, dari sisi ekonomi, kajian tentang alih fungsi sumberdaya publik guna kepentingan industri tidak mendesak bagi industri semen di Indonesia untuk meningkatkan produksi.

“Namun, jika di kemudian hari produksi semen memang perlu ditingkatkan maka harus dilakukan dengan mengikuti berbagai pertimbangan, seperti kerusakan lingkungan akibat pertambangan karst pasti terjadi dengan konsekuensi hidrologis, flora, fauna dan sosial,” tutur Paripurna.

Ia menambahkan, konsekuensi di atas secara akademik belum dapat diidentifikasi dengan tuntas.

“Oleh sebab itu, pengubahan lingkungan karst harus dilakukan secara konservatif dan hati-hati dengan mempertimbangkan pertambangan dilakukan secara terlokalisasi di wilayah yang kosong penduduk atau tidak padat penduduk guna meminimalkan akibat negatif; di wilayah yang dihuni oleh warga pengalihan lahan ke perusahaan; dan pengubahan penggunaan lahan harus dengan rela dan tanpa tekanan,” jelasnya.

Sementara terhadap kesaksian saksi ahli dari UGM, Eko Haryono dan Heru Hendrayana, tim UGM melihat, dari sisi keahlian, keduanya adalah saksi ahli yang sah dan telah memberikan paparan tentang bidang keahliannya secara profesional.

Namun, ungkap Paripurna, dalam komunikasi selanjutnya, muncul kesaksian yang tidak sesuai dengan asas kepatutan saksi ahli, antara lain memberikan kesaksian yang dapat mengarahkan pada satu kesimpulan tertentu, padahal keduanya tidak melakukan penelitian langsung di Rembang.

“UGM akan memberikan sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Paripurna, seperti dirilis Humas UGM.

Beasiswa Semen Indonesia

Memperingati Hari Kartini ke-136, bekerja sama dengan PT Semen Indonesia, Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan beasiswa kepada 99 siswa. Sejumlah 9 siswa di antaranya adalah siswa SMK, 72 siswa SD, dan 18 siswa SMP/MTS. Selain para siswa, tiga warga yang mengikuti program kejar paket A, B, dan C juga mendapatkan beasiswa.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis saat Jalan Santai Memperingati Hari Kartini di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, di sekitar lokasi pembangunan pabrik semen, Minggu (12/4/2015). Bupati Rembang, Abdul Hafidz, mengatakan, agenda jalan santai dan pemberian beasiswa belajar ini harus dijadikan momentum untuk menggelorakan semangat RA Kartini dalam memajukan pendidikan.

Bupati mengingatkan kepada para siswa yang masih duduk di bangku sekolah untuk terus berusaha belajar agar menjadi orang yang berilmu. Dengan ilmu, seseorang bisa memiliki bekal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Generasi muda diharapkan mampu berkaca pada orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan, di mana mereka mampu mempunyai bekal untuk mencapai semua cita-citanya.

“Ingatlah, perjuangan orangtuamu yang bekerja keras mencari uang agar kalian semua bisa jadi orang yang pandai dan bisa mengikuti proses pembangunan bangsa,” pesan Bupati, seperti dirilis Pemkab Rembang.