Kali Kedua, Film RA Kartini Segera Diproduksi

FILM KARTINI - Sineas senior Indonesia, Hanung Bramantyo (paling kanan), dan artis pendukung film Soekarno, bersama tokoh Malaysia dalam Gala Premiere Malaysia. Hanung berencana menggarap film RA Kartini. (Foto: Aforadio)
FILM KARTINI – Sineas senior Indonesia, Hanung Bramantyo (paling kanan), dan artis pendukung film Soekarno, bersama tokoh Malaysia dalam Gala Premiere Malaysia. Hanung berencana menggarap film RA Kartini. (Foto: Aforadio)

Rembang, REMBANG DAILY ** Banyak agenda digelar menjelang Hari Kartini, 21 April 2015. Pahlawan nasional emansipasi perempuan yang lahir di Jepara dan wafat di Rembang tersebut bahkan dikenang secara nasional. Berbagai kota di Indonesia marak dengan peringatan Hari Kartini.

Sineas senior Indonesia, Hanung Bramantyo, berencana memproduksi film tentang RA Kartini. Sabtu (23/1/2015) lalu, Hanung menemui keluarga Kartini di Jepara.

“Rencana pembuatan film itu sebenarnya sudah lama. Hanya saja selama ini Hanung kesulitan bertemu dengan keturunan RA Kartini. Makanya atas permintaan Hanung kepada Bupati Jepara kami menjembatani pertemuan tersebut,” ujar Kabag Humas Setda Jepara, Hadi Priyanto, di Jepara, Senin (26/1/2015), dirilis Humas Pemkab Jepara.

Hadi adalah penulis buku Kartini, Pembaharu Peradaban serta Trinil dan Mandor Kloengsoe yang dikenal dekat dengan semua keluarga besar RA Kartini. Ia memfasilitasi pertemuan Hanung dengan keluarga Kartini.

Ia antusias menjembatani pertemuan karena melihat niat dan kapasitas Hanung untuk menanamkan nilai, karakter, dan semangat juang Kartini kepada generasi muda.

“Kartini yang masih sangat muda saat mulai berjuang membangun peradaban bangsa ini, menurut Hanung tepat untuk teladan generasi muda sekarang,” tutur Hadi.

Hasil dari pertemuan itu, keturunan Kartini menyepakati pembuatan film tentang pendahulunya tersebut karena beliau bukan lagi milik mereka, melainkan milik bangsa Indonesia. Hadi juga ditunjuk Hanung dan keluarga RA Kartini sebagai konsultan alur cerita film yang direncanakan selesai pada 2016.

Hanung bertemu denan keluarga RA Kartini di kediaman Biyatini, satu-satunya cucu menantu RA Kartini di Bogor.

Pemilihan segmen muda, menurut Hanung, karena semakin banyak generasi muida yang kurang mengerti dan memahami sosok RA Kartini secara utuh, baik semangat, cita-cita, dan perjuangannya.

Kali Kedua

Rencana pembuatan Film Kartini ini sebenarnya kali kedua diproduksi insan perfilman nasional. Film serupa berjudul ‘RA Kartini’ pernah diproduksi pada 1984, disutradarai Sjumandjaja, serta dibintangi Yenny Rachman, Bambang Hermanto, dan Adi Kurdi.

Film ini mengisahkan perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan Indonesia yang masih belum disetarakan dengan laki-laki dalam hal pendidikan dan sebagainya. Drama perjuangan Indonesia itu diproduksi berdasarkan buku Biografi Kartini karya Sitisoemandari Soeroto.