Industri Pengolahan Produk Pertanian Rembang Dapat Tingkatkan Kesempatan Kerja

INDUSTRIALISASI - Petani tembakau di Desa Glebeg Kecamatan Sulang tengah melakukan perajangan Tembakau Marem. Industrialisasi pengolahan produk pertanian dapat membuka lapangan pekerjaan. (Foto: Suara Komunitas Rembang)
INDUSTRIALISASI – Petani tembakau di Desa Glebeg Kecamatan Sulang tengah melakukan perajangan Tembakau Marem. Industrialisasi pengolahan produk pertanian dapat membuka lapangan pekerjaan. (Foto: Suara Komunitas Rembang)

Rembang, REMBANG DAILY ** Apabila Pemerintah Kabupaten Rembang dapat membuat kebijakan atau usaha untuk mengembangkan indutrialisasi pengolahan produk pertanian dari hulu sampai hilir, kesempatan kerja di Kabupaten Rembang akan meningkat.

Dalam setiap tahap, mulai pascapanen hingga produk jadi, membutuhkan tenaga kerja. Dengan dibutuhkannya tenaga kerja, kesempatan kerja akan lebih besar, karena angkatan kerja di Kabupaten Rembang terserap. Pengangguran pun akan berkurang.

Kesimpulan tersebut disampaikan Achmad Ardiyanto, Endang Siti Rahayu, Agustono dalam hasil studi berjudul ‘Peranan Sektor Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Rembang’ terbitan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2013.

“Perlu adanya usaha dari pemerintah Kabupaten Rembang untuk lebih menguatkan sistem kelembagaan, seperti penyuluh, kelompok tani, lembaga pembiayaan, dan menyediakan sarana-prasarana yang mendukung untuk sektor pertanian,” tutur Achmad.

Menurutnya, sarana-prasarana yang mendukung antara lain dengan perbaikan akses jalan, teknologi alat pertanian yang lebih modern agar dapat meningkatkan produktivitas baik kualitas dan kuantitas, sera meningkatkan daya tawar produk pertanian yang berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kontribusi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rembang.

Kontribusi Terbesar

Sebagian besar potensi wilayah Kabupaten Rembang merupakan lahan pertanian. Berdasarkan data BPS Kabupaten Rembang tahun 2011, penggunaan lahan Sawah pada 2011 seluas 29.095 Ha dan tegalan seluas 34.256 Ha dari wilayah Kabupaten Rembang seluas 101.408 Ha. Artinya, sebanyak 62,41 persen dari wilayah Kabupaten Rembang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Total PDRB sektor pertanian Kabupaten Rembang tahun 2011 sebesar Rp1,068 triliun atau sekitar 44,79 persen dari delapan sektor yang ada di Kabupaten Rembang. Artinya, pertanian memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Rembang, apabila dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.

Jumlah penduduk Kabupaten Rembang pada 2011 adalah 597.262 orang. Sebanyak 318.985 orang terserap di berbagai bidang pekerjaan. Sebagian besar penduduk Kabupaten Rembang bekerja di sektor pertanian dengan jumah tenaga kerja sebesar 140.266 orang atau sekitar 46,74 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang masih mengandalkan sektor pertanian dalam menunjang pembangunan perekonomian,” terang Achmad.

Salah satu modal utama dalam perkembangan roda pembangunan adalah tenaga kerja. Sejalan dengan berlangsungnya masalah demografi, jumlah, dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja.

Hal tersebut berarti permintaan terhadap jumlah pekerjaan bagi setiap penduduk akan semakin meningkat, sehingga apabila ketersediaan lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang membutuhkan kerja maka pengangguran akan semakin banyak.

“Masalah tenaga kerja dapat dipecahkan melalui perencanaan pembangunan yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan kesempatan kerja dan penggunaan tenaga kerja secara tepat dan memadai,” pungkasnya.