Dongkrak Wisata Lasem, Pasujudan Sunan Bonang Perlu Museum Sunan Bonang

MUSEUM - Pintu menuju Pasujudan Sunan Bonang. Museum Sunan Bonang dapat menambah daya tarik wisata ini. (Foto: Wikimedia)
MUSEUM – Pintu menuju Pasujudan Sunan Bonang. Museum Sunan Bonang dapat menambah daya tarik wisata ini. (Foto: Wikimedia)

Lasem, REMBANG DAILY ** Obyek wisata di Kecamatan Lasem Rembang yang mempunyai potensi tertinggi adalah Pasujudan Sunan Bonang dan Pantai Binangun Indah, disusul Kelenteng Thian Siang Sing Bo dan Pantai Caruban yang berpotensi sedang.

Demikian hasil riset Satria Nur Aziz Rahman berjudul ‘Analisis Potensi Obyek Wisata Pasujudan Sunan Bonang, Pantai Binangun Indah, Pantai Caruban, dan Klenteng Thian Siang Sing Bo di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang’ terbitan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2013.

“Untuk arah pengembangan Pasujudan Sunan Bonang lebih dikembangkan untuk Penambahan Museum Sunan Bonang yang berisi gambar, peninggalan-peninggalan, cerita dan sejarah dari Sunan Bonang, serta adanya pemutaran film napak tilas sejarah Sunan Bonang, sehingga dapat menambah daya tarik dan kualitas obyek,” tulis Satria.

Selain itu, penambahan fasilitas Gardu Pandang untuk menikmati pemandangan laut dari atas bukit.

Selanjutnya, menurut Satria, Pantai Binangun Indah lebih baik dikembangkan untuk pusat wisata kuliner Sea Food, ditambah promosi obyek melalui segala macam alat publikasi, seperti media cetak, media audio, audio visual, dan internet.

“Penambahan atraksi wisata berupa kegiatan-kegiatan tertentu untuk menarik wisatawan, seperti kegiatan lomba memancing, sedekah laut, dan lain-lain. Penambahan papan atau plangkat obyek wisata untuk lebih memperkuat status obyek sebagai obyek wisata. Penambahan pihak pengelola yang jelas, sehingga obyek wisata dapat terawat dan terinventaris dengan baik,” jelas Satria.

Tata Ruang

Sementara untuk Pantai Caruban, dapat dikembangkan pengelolaan yang jelas, sehingga dapat terorganisasikan dengan baik. Selain itu, perencanaan Tata Ruang yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan.

“Penambahan fasilitas pendukung wisata berupa toilet yang memadai, tempat parkir yang memadai, tempat ibadah, toko suvenir, warung makan, taman terbuka. Penambahan atraksi wisata air berupa permainan air, seperti waterboom, banana boat, dan lain-lain,” katanya.

Satria merekomendasikan Klenteng Thian Siang Sing untuk mempromosikan obyek melalui alat publikasi serta penambahan fasilitas penunjang seperti penginapan bagi para pengunjung dari luar daerah.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan pengamatan, pencatatan, dan analisis. Data yang dikumpulkan dan digunakan merupakan data primer dan data sekunder.

Data primer diperoleh dengan metode survei di lapangan. Sumber data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik, Kantor Kecamatan Lasem, BAPPEDA Kabupaten Rembang, Dinas Pariwisata Kabupaten Rembang, dan DPU Pengairan Kabupaten Rembang.