Bupati Rembang Definitif, Gubernur Jateng Minta Pemkab Fasilitasi Nelayan Cantrang

DEFINITIF - Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi Bupati Rembang, menggantikan Bupati Rembang sebelumnya, Moch Salim, di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang, Senin (6/4/2015). (Foto: Pemkab Rembang)
DEFINITIF – Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi Bupati Rembang, menggantikan Bupati Rembang sebelumnya, Moch Salim, di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang, Senin (6/4/2015). (Foto: Pemkab Rembang)

Rembang, REMBANG DAILY ** Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi Bupati Rembang, menggantikan Bupati Rembang sebelumnya, Moch Salim, di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang, Senin (6/4/2015). Masa tugas Bupati Rembang periode 2010-2015 selesai pada 20 Juli 2015.

Gubernur Ganjar memberikan sejumlah pesan, di antaranya melanjutkan pemerintahan dengan baik, melayani masyarakat, dan menjalankan rencana program jangka menengah maupun jangka panjang pemerintah.

“Terkhusus bagi nelayan cantrang, Pemkab saya minta memfasilitasi, karena Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat peraturan khusus untuk Jawa Tengah. Cantrang diperbolehkan, namun dibatasi jarak melaut dan bobot kapal,” ujar Ganjar, seperti dirilis Pemkab Rembang.

Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.33-689 tahun 2015 tertanggal 16 Maret 2015. Dalam surat tersebut, selain meresmikan pelantikan, menteri juga mengesahkan pemberhentian Abdul Hafidz sebagai Wakil Bupati Rembang.

Pengukuhan Bupati definitif dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Rembang, Hasiroh Hafidz.

Asli Pamotan

Sebelum menginjak dunia politik, Abdul Hafidz, putra pasangan Fatkurrohman dan Khomsatun telah melakoni berbagai macam pekerjaan, seperti sopir, guru madrasah, dan pengusaha. Bahkan statusnya sebagai guru madrasah di sebuah madrasah di Desa Pamotan tetap dilakoninya meskipun telah menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang.

Abdul Hafidz memulai karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Beberapa jabatan strategis di DPRD pernah didudukinya, seperti Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komisi B.

Politisi asal Pamotan itu mengaku tak banyak hal istimewa atas pengesahan pengangkatannya sebagai Bupati Rembang.

“Namun akan menjadi istimewa, apabila di sisa waktu menjabat, saya bisa melakukan perbaikan di lini pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Rembang dengan agenda pemberhentian Bupati (non-aktif) Moch. Salim dan penetapan pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz sebagai Bupati Rembang berulang kali mengalami kegagalan.

Empat kali Sidang Paripurna yang dijadwalkan tidak pernah mencapai kuorum, dengan persyaratan kuorum sebanyak 34 anggota.

Pada sidang pertama, Desember 2014, hanya dihadiri 27 anggota dewan. Pada sidang kedua, Januari 2015, hanya 30 anggota dewan yang jadir. Sidang kedua pada bulan sama dihadiri 28 anggota dewan. Sidang keempat jauh lebih sedikit, karena hanya 7 anggota dewan.