Batik Perdamaian, Rekomendasi Strategis SMAN 1 Pamotan Tangkal Terorisme

KREATIF - SMAN 1 Pamotan, sekolah kreatif unggulan Kecamatan Pamotan. (Foto: ikelas.com)
KREATIF – SMAN 1 Pamotan, sekolah kreatif unggulan Kecamatan Pamotan. (Foto: ikelas.com)

Pamotan, REMBANG DAILY ** Lambang-lambang perdamaian dapat dilukis atau dicap pada sebuah kain menggunakan canting atau dengan cara cap, menjadi batik sangat indah. Baju atau suvenir batik tersebut dapat dijadikan sarana perdamaian dunia dan penangkal terorisme.

Hal tersebut termaktub dalam naskah Lomba Karya Pelajar Kreatif Satgas Program Nasional Pencegahan Terorisme (PNPT) 2014 berjudul ‘Peranan Batik Perdamaian dalam Menanggulangi Gerakan Terorisme’ karya tiga siswa SMAN 1 Pamotan, yakni Najiyah Maksyufah, Intan Nur Fathurowi, dan Ahmad Jumali.

Menurut mereka, Batik Perdamaian dapat dibuat dengan motif batik yang sarat ketenangan dan keindahan mendalam, menusuk kalbu. Mendesain batik dengan pesan-pesan moral kedamaian yang dapat memberi kenyamanan bagi para pemakai batik.

Motif batik dijauhkan dari beberapa motif yang mengandung pesan hinaaan bahkan lecehan, sehingga peluang terjadinya teror-meneror dapat diantisipasi. Motif bunga dan dedaunan dengan warna sejuk diharapkan dapat memberi ketenangan dan keyamanan yang memberikan rasa perdamaian.

Misalnya, motif bunga panjang dan saling bertemu yang bermakna keindahan dan kebersamaan, sehingga penuh dengan rasa gotong royong. Warna halus sebagai pemilihan warna batik, seperti warna hijau, dapat menigkatkan gairah hidup damai, karena menyatu dengan alam.

Batik Perdamaian dapat dijadikan Busana Perdamaian Global dengan mempromosikannya sebagai busana resmi PBB. Perwakilan Indonesia dapat memberi contoh dengan mengenakan Batik Perdamaian dalam Sidang PBB.

Menghadapi potensi aksi teror, konflik, hingga bullying, Batik Perdamaian dapat berperan sebagai media kampanye. Batik perdamaian dapat menjadi suvenir pihak yang bertikai.

Batik, Pemersatu Indonesia

Batik menjadi salah satu kebudayaan Indonesia yang sangat trendi, tanpa harus menghilangkan unsur budaya, khususnya Budaya Jawa. Pesan tersirat ini terkandung dalam pola yang dibuat di atas kain mori, sehingga tercipta batik yang mempunyai berbagai macam pola indah, pemersatu kedamaian.

Batik digunakan sebagai alat pemersatu bangsa, sesuai tujuan Negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, yaitu ikut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) memberikan pengakuan dan mengesahkan secara resmi Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (World Heritage) pada 2 Oktober 2009. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Batik juga berkembang menjadi berbagai kerajinan lain, seperti sepatu, dan tas yang menggunakan motif dan corak batik sebagai hiasannya.