Waduk Panohan Gunem, Destinasi Wisata Air Asri Nan Menawan

ASRI - Suasana Waduk Panohan yang asri dan difavoritkan kawula muda. (Foto: Panohan WordPress)
ASRI – Suasana Waduk Panohan yang asri dan difavoritkan kawula muda. (Foto: Panohan WordPress)

Gunem, REMBANG DAILY ** Adalah Desa Panohan Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Sebuah desa kecil yang belum lama berbenah setelah dibangun Waduk Panohan. Waduk ini berubah menjadi destinasi wisata andalan Kecamatan Gunem.

Menurut informasi infrastruktur dari Direktori Data dan Informasi Kementerian Pekerjaan Umum, Waduk Panohan dibangun dengan biaya Rp22,31 miliar. Bendungan tersebut termasuk dalam kewenangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Bertipe urugan batu inti kedap air, Waduk Panohan memiliki tinggi di atas dasar sungai 17 meter, sementara panjang puncaknya 150 meter dan memiliki lebar puncak 7 meter.

Waduk Panohan dibangun untuk memenuhi kebutuhan air irigasi daerah persawahan di sekitar Kecamatan Gunem. Selain itu, memenuhi kebutuhan air minum penduduk sekitar.

Kini, destinasi wisata air itu mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal penikmat wisata alam dengan biaya murah. Bila pengunjung masuk ke lokasi waduk hanya dipungut biaya per jenis kendaraan, bukan per orang.

Untuk sepeda motor, pengunjung dikenakan biaya Rp 1.000, dan bila Anda bermobil, cukup merogoh kocek Rp2.000. Kabarnya, dana dikelola Karang Taruna setempat kemudian disetor ke kas desa.

Gua Lamping dan Kedung Guling

Ada yang menarik dari Waduk Panohan selain keasrian dan wisata alamnya. Apabila Anda berkenan sedikit naik ke atas, Anda akan berjumpa dengan Gua Lamping. Setelah itu, turunlah sedikit menyusur aliran sungai, Anda akan sampai pada danau kecil atau biasa disebut kedung dalam Bahasa Jawa, bernama Kedung Guling. Orang sekitar biasa disingkat Dung Guling.

Dahulu, sebelum waduk dibangun sebesar sekarang, Dung Guling menjadi tempat favorit anak-anak hingga remaja untuk bermain air atau sekadar berkumpul bersama kawan. Banyak anak yang datang menaiki sepeda onthel dari radius berkilo-kilo jauhnya.

Kesan Waduk Panohan yang dahulu angker dan tidak terawat kini mulai hilang. Apabila dahulu banyak cerita-cerita mistis yang beredar, kini banyak anak muda yang berpiknik di sana. Dahulu, kawasan ini juga biasa dijadikan tempat event kemah Pramuka siswa SD dan SMP di Kecamatan Gunem.

Penataan dan pengelolaan memang dibutuhkan, tapi rasa kepemilikan terhadap waduk dan pemahaman akan kelestarian sangat menentukan berlanjut atau tidaknya tempat wisata ini. Program pemerintah sebatas formalitas, bila tidak didukung rasa handarbeni dari warga. Selamat berwisata.