Miliki Topografi Lengkap, Rembang Potensial Jadi Pusat Observatorium Bulan

TINGGI - Pasujudan Sunan Bonang, salah satu titik strategis di Kabupaten Rembang yang potensial menjadi lokasi Pusat Observatorium Bulan (POB). (Foto: Yayasan Sunan Bonang)
TINGGI – Pasujudan Sunan Bonang, salah satu titik strategis di Kabupaten Rembang yang potensial menjadi lokasi Pusat Observatorium Bulan (POB). (Foto: Yayasan Sunan Bonang)

Rembang, REMBANG DAILY ** Beberapa titik strategis di Kabupaten Rembang potensial menjadi lokasi Pusat Observatorium Bulan (POB). Pasalnya, topografi Rembang sangatlah lengkap, yaitu daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan.

“Di Rembang banyak lokasi strategis yang bisa dikembangkan menjadi lokasi rukyatul hilal,” ujar Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia, Ahmad Izzuddin, dalam laman Kemenag, Rabu (3/12/2014).

Lokasi strategis tersebut adalah Bukit Tengkeng di Desa Pomahan Sulang, Bumi Perkemahan Karangsari Park di Desa Sudo Sulang, Bukit Rakitan di Desa Rakitan Sluke, Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Tasikagung Rembang, Pantai Binangun Indah di Desa Bonang Lasem, Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang Lasem, dan Menara Hotel Fave di pusat Kota Rembang.

“Sebenarnya, secara teknis, tempat yang paling bagus dan mempunyai potensi keberhasilan rukyah sangat tinggi adalah di Bukit Tengkeng Pomahan. Hal ini kami buktikan ketika melakukan rukyah rutin bulanan selain Ramadhan dan Syawal, ternyata juga sering berhasil,” terang Ahmad.

Sayangnya, akses lokasi menuju Bukit Tengkeng Pomahan sangat sulit dijangkau dengan kendaraan, karena di tengah hutan milik Perhutani. Selain keamanan yang sangat kurang, menurut Ahmad, akses jalan ke lokasi pun rusak dan berbukit-bukit.

“Tiga lokasi lain yang cukup potensial dan strategis untuk lokasi rukyatul hilal adalah Pantai Binangun Indah, Pasujudan Sunan Bonang, dan Menara Hotel Fave,” tutur Ahmad.

Obyek Wisata Baru

Ahmad menjelaskan, tiga lokasi tersebut bisa menjadi pusat pembelajaran bagi dunia pendidikan dan pariwisata Kabupaten Rembang. Bila perencanaan ini berhasil, akan menjadi ikon di pantai utara Jawa Tengah.

“Setidaknya bisa bermanfaat untuk berbagai keperluan. Sebagai sarana untuk praktik melihat arah yang tepat pada benda langit bagi yang berkepentingan,” ucapnya.

Tempat observasi dapat digunakan untuk mengamati peristiwa-peristiwa penting, misalnya Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari dan juga benda langit lain.

“Untuk menunjang fasilitas POB, perlu dilengkapi dengan proyektor planetarium mini, seperti kepunyaan Planetarium Jakarta, dan mobile observatory, sebagai wahana edukasi bagi pelajar dan masyarakat,” saran Ahmad.

Kabupaten Rembang memiliki luas 101.408 ha. Sebagian besarnya, atau 46,39 persen, merupakan dataran rendah yang terletak di bagian utara Kabupaten Rembang. Sementara di bagian selatan relatif lebih tinggi.

Wilayah di bagian selatan mempunyai ketinggian antara 100-500 meter dpl atau 30,42 persen dari total wilayah Kabupaten Rembang. Sisanya, berada pada ketinggian 0-25 m dan 500-1000 m.