Kolaborasi Batik dan Pecinan Ala Kampoeng Batik Lasem

KAMPOENG BATIK LASEM - Perajin batik tulis Desa Babagan Lasem tengah beraktivitas. Kini Batik Lasem mulai dipromosikan lebih intens. (Foto: Visit Jawa Tengah)
KAMPOENG BATIK LASEM – Perajin batik tulis Desa Babagan Lasem tengah beraktivitas. Kini Batik Lasem mulai dipromosikan lebih intens. (Foto: Visit Jawa Tengah)

Lasem, REMBANG DAILY ** Bagi Anda pencinta batik, tentu tidak asing lagi dengan Batik Lasem. Kualitas tinggi Batik Lasem bukan hanya diakui sebagai karya seni mumpuni, tapi juga merepresentasi sejarah Lasem dan Rembang yang memang dipenuhi karya mengagumkan di masa lalu.

Kini, Anda dapat berkunjung ke Kampoeng Batik Lasem di Desa Babagan. Desa Wisata Batik Lasem tersebut belum lama ini disahkan Plt. Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

“Kita ingin Kampoeng Batik ini tidak berdiri sendiri. Kita akan ‘mengeksploitasi’ Pecinan secara besar-besaran. Kemarin kita sudah mendatangkan konsultan dan mudah-mudahan bisa segera dimulai,” ujarnya usai peresmian, seperti dirilis Pemkab Rembang.

Menurutnya, Kampoeng Batik Lasem tidak bisa berdiri sendiri. Potensi keberadaan rumah berarsitektur Tiongkok kuno bisa disandingkan untuk memperkuat daya tarik wisatawan.

Kepala Desa Babagan, Sukari, menerangkan, Desa Babagan telah siap menjadi Desa Wisata Batik Lasem. Di desanya, ada 16 pengusaha Batik Lasem dan 19 homestay ditambah Klenteng Gie Yong Bio.

“Warga Babagan juga telah mendukung (Desa Wisata Batik Lasem). Dari segi kebersihan lingkungan mereka sudah menampakkan apa yang dimaksud desa wisata,” ucap Sukari.

Sementara itu, CEO BNI Wilayah Semarang, Iwan Abdi, menyampaikan, saat membawa Batik Lasem ke luar negeri dalam forum pertemuan perbankan dunia, ternyata mendapat respons luar biasa. Batik Lasem dinilai sebagai barang yang berharga.

“Itu merupakan peluang yang bagus. Di mana jika kita garap dengan serius dari segi pemasarannya, Batik Lasem punya potensi bagus jika diekspor,” tegasnya.

Program Wisata Terintegrasi

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Rembang, Umy Jazilah Salim, menyatakan desa wisata Batik Lasem yang terintegrasi dalam program kepariwisataan adalah cita-cita Dekranasda bersama Pemerintah Kabupaten Rembang sejak 2011. Banyaknya peninggalan bersejarah yang ada di Lasem menjadi salah satu faktor pendukung yang dapat dikelola.

“Bersama Dinas Pariwisata, kami telah bekerja sama dengan biro tur untuk memasukkan Rembang menjadi tujuan perjalanan wisata. Dengan begitu, wisata di Kabupaten Rembang termasuk Desa Wisata Batik Lasem yang meliputi Babagan, Karasgede, Karaskepoh, Desa Tuyuhan, dan Desa Pancur,” ungkapnya.

Pihaknya juga terus membina dan memfasilitasi para pengusaha batik untuk mengikuti pameran-pameran berskala nasional.

“Setidaknya, dalam setahun, kami punya empat kali kegiatan pameran,” katanya.

Batik Lasem sebagai produk khas dari Kabupaten Rembang kini memang terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Pengembangan sentra batik dalam bentuk kawasan wisata kampung batik menjadi salah satu upaya mendongkrak pamor batik pesisir yang berciri khas warna merah darah ayam tersebut.