Kacang Tunggak, Komoditas Potensial Agribisnis Lasem

UNGGULAN - Ilustrasi foto ladang dengan tanaman kacang tunggak. Lasem potensial mengembangkan komoditas kacang tunggak untuk dijadikan camilan kacang tis. (Foto: mangyono.com)
UNGGULAN – Ilustrasi foto ladang dengan tanaman kacang tunggak. Lasem potensial mengembangkan komoditas kacang tunggak untuk dijadikan camilan kacang tis. (Foto: mangyono.com)

Lasem, REMBANG DAILY ** Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati penting dalam perbaikan gizi, karena kandungan protein yang cukup tinggi, penyediaan yang mudah, dan murah harganya.

“Pengembangan kacang-kacangan sangat sesuai, terutama dalam mendukung program diversifikasi pangan yang sekaligus menyediakan sumber pangan bergizi tinggi. Salah satu jenis kacang- kacangan yang potensial untuk dikembangkan adalah kacang tunggak atau kacang tolo,” ujar Fadlilah Azmi Safitri dalam riset berjudul ‘Potensi Agribisnis Kacang Tunggak di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang’ tahun 2010, seperti dirilis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Selain memproduksi komoditas kacang tunggak, jelasnya, Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang memiliki industri rumah tangga kacang tis, yaitu industri yang mengolah kacang tunggak menjadi kacang tis (kacang tunggak goreng).

“Kacang tis merupakan makanan ringan atau camilan khas dari Kecamatan Lasem. Jumlah industri kacang tis di Kecamatan Lasem cukup banyak, sehingga akan mendorong permintaan kacang tunggak,” papar Fadlilah.

Menurut catatannya, potensi produksi kacang tunggak di Kabupaten Rembang cenderung menurun. Dari analisa tren produksi kacang tunggak menunjukkan penurunan produksi sebesar 1.123,62 kuintal tiap tahunnya.

Sementara industri rumah tangga kacang tis di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang memberikan keuntungan kepada pengusahanya, yaitu dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp81.457,62 untuk satu kali proses produksi.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri rumah tangga menguntungkan untuk diusahakan dan dikembangkan,” kata Fadlilah.

Berdasarkan kriteria BPS, industri kacang tis merupakan industri rumah tangga, karena jumlah tenaga kerjanya kurang dari lima orang dan teknologi yang digunakan masih sederhana.

Produksi Kacang Tis Meningkat

Berdasarkan tren produksi kacang tis bulanan pada 2004, menunjukkan peningkatan volume penjualan setiap bulan sebesar 21,02 kg.

“Hal ini menunjukkan bahwa untuk tahun-tahun mendatang diharapkan produksi kacang tis meningkat,” tuturnya.

Ada keterkaitan antara produksi kacang tunggak dengan industri rumah tangga kacang tis, karena bahan baku yang digunakan dalam industri rumah tangga kacang tis adalah kacang tunggak. Produksi dan tren produksi kacang tunggak dengan kacang tis sama-sama meningkat.

Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki industri pengolah kacang tunggak menjadi kacang tis dan merupakan daerah sentra industri rumah tangga kacang tis.

Metode Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah populasi sebanyak 15 pengusaha industri rumah tangga kacang tis di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang yang dijadikan sebagai responden.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis tren untuk mengetahui potensi kacang tunggak dan prospek pemasaran kacang tis dengan melihat tren atau perkembangan jumlah produksi kacang tunggak dari tahun 1995-2004 dan melihat tren produksi kacang tis.